oleh

Inspektorat Angkat Bicara, Anggaran Gema Marasa Dibuka

MAMUJU – Inspektur Inspektorat Sulbar, M. Natsir, mengaku bakal mengorek keterangan Dinas Pariwisata (Dispar) Sulbar, atas tidakterbukanya mengenai anggaran pelaksanaan kegiatan Gema Marasa.

Natsir menegaskan, seluruh anggaran penyelenggaraan pemerintahan yang bersumber dari APBD, itu terikat dengan peraturan dan harus terbuka. “Ada UU (Undang-Undang, red) tentang keterbukaan informasi publik. Itu yang mesti dipahami,” tegas Natsir, saat dikonfirmasi, Senin 6 Desember. Olehnya, ia mengaku bakal mengkomunikasikan hal tersebut, kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sementara, Sekprov Sulbar Muhammad Idris, mengaku baru mendapatkan kabar tentang hal tersebut. Karenanya ia belum dapat berkomentar banyak. Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Farid Wajdi, yang dikonfirmasi kembali mengatakan, soal dana Gema Marasa sifatnya bukan rahasia sehingga sudah seharusnya dipublis.

Hanya saja, ia selaku kepala dinas tidak tahu betul nilai yang tertuang dalam kegiatan yang bersumber dari APBD Perubahan tahun 2021 tersebut. “Yang saya tahu itu tidak cukup dua ratus juta,” kata Farid, yang dikonfirmasi, Senin 6 Desember.

Farid menegaskan, bahwa tidak boleh ditutup-tutupi soal anggaran, semua harus transparan. Ia mempersilahkan bagi siapapun yang ingin mengakses angaran tersebut. “Itu anggarannya tidak apa-apa kalau disebutkan,” jelasnya.
Namun, saat diwawancara, Kamis 2 Desember lalu, Farid tak menyebutkan nilai anggaran sebab khawatir keliru menyebut nominal anggaran kegiatan dimaksud.

Karena itu, ia meminta agar dikonfirmasi langsung kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yan tak lain adalah Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Sulbar, Andi Saiful Rauf. Tetapi, saat konfirmasi, Andi Saiful Rauf, malah mengatakan itu tidak bisa dibeberkan, sebab merupakan privasi kantor.

Penyataan Iful (sapaan akrab Andi Saiful Rauf), tersebut lantas mengundang sorotan. Baik secara langsung maupun melalui linimasa sosial media. Setelah mendapat sorotan, Iful, baru kemudian mau membeberkan besaran anggara kegiatan Gema Marasa.

“Nilainya Rp 199.980.000. Anggaran Gema Marasa sama sekali tidak dirahasiakan. Tetapi ada proses dan alur yang harus dilalui oleh pemohon informasi jika ingin mendapatkan informasi publik,” akunya.

Anggaran tersebut bakal digunakan untuk membiayai keperluan teknis dan operasional kegiatan selama dua hari, 10 hingga 11 Desember, di kawasan Rumah Adat Mamuju.

Dalam proses penentuan pihak ketiga, Dinas Pariwisata Sulbar melakukan penunjukan langsung kepada pihak ketiga, yakni Event Organizer (EO) Rizky Raditya Organizer. Dasar penunjukannya, Peraturan Presiden (Perpres) RI No 70 tahun 2012 dan Peraturan Kepala LKPP No 15 tahun 2012 tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Dalam Pasal 39 ayat (1) disebutkan, pengadaan langsung dapat dilakukan terhadap pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi Rp 200 juta. Dengan demikian, batas nilai pengadaan langsung sesuai dengan perpres terbaru tersebut adalah Rp 200 juta. (imr-ajs/jsm)

Komentar

News Feed