oleh

Info Covid-19 di Sulbar, Silakan ke Dinkes

MAMUJU–Data pasien positif korona (covid-19) terus bertambah. Hingga pukul 17:28 Wita, Sabtu 21 Maret 2020, pemerintah pusat mencatat 450 kasus, 392 dalam perawatan, 20 dinyatakan sembuh dan 38 meninggal.

Wabah ini bahkan sudah melanda sebagian provinsi di Pulau Sulawesi. Dari 450 yang dinyatakan positif, 2 kasus dari Sulawesi Selatan, 3 di Sulawesi Tenggara, dan 1 Sulawesi Utara.

Upaya pencegahan penularan virus korona di Provinsi Sulawesi Barat harus lebih sigap. Selain kerja-kerja cepat dari pemerintah daerah, butuh kekompakan seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pencegahan.

Kepala Dinas Kominfo Sulbar, Safaruddin mengatakan, Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Sulbar sepakat menunjuk Dinas Kesehatan sebagai corong informasi di Provinsi Sulawesi Barat.

Jika ada hal terkait Covid-19 yang perlu dikonfirmasi, silakan langsung ke kepala dinas kesehatan. “Semua informasi satu pintu di Dinas Kesehatan,” ujar Safaruddin, Sabtu 21 Maret.

Safaruddin mengatakan, Itu dilakukan untuk mencegah informasi tidak benar yang bisa saja menambah keresahan di tengah masyarakat.

UPAYA pencegahan melawan wabah virus korona di ruang rapat paripurna DPRD Provinsi Sulbar.

Sementara itu, pada Sabtu 21 Maret, Pemprov Sulbar telah melakukan sterilisasi pada beberapa fasilitas publik. Utamanya kompleks gubernuran, gedung DPRD Sulbar, hingga rumah jabatan para pejabat Sulbar.

Petugas dan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) terlihat menyemprotkan cairan disinfektan pada beberapa ruang kerja di area perkantoran di daerah Rangas, Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

RELAWAN PMI saat bersiap dan beraksi menyemprot area rujab Sekda Sulbar. (dok pribadi)

Mempersiapkan penanganan wabah covid-19, Pemprov Sulbar telah memesan ratusan Alat Pelindung Diri (APD) sejak Jumat kemarin. Nantinya akan dibagi ke beberapa Rumah Sakit di provinsi ini.

“APD dibayar hari Jumat. Hari ini janji penyedia untuk dikirim. Diterima paling cepat hari Senin,” tutur Kepala Dinkes Sulbar, Muhammad Alief Satria, Sabtu 21 Maret.

Persoalan APD sangat dibutuhkan, bahkan ini menjadi penghambat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mendirikan Posko Siaga di tiga titik, yakni di Kota Mamuju, dan batas Sulteng dan Sulsel. (imr/rul)

Komentar

News Feed