oleh

Humas BKKBN Sulbar Ujung Tombak Pencitraan

-Mamuju-1.850 views

MAMUJU–Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar menggelar kegiatan pengembangan SDM Kehumasan bagi pegawai dan mitra kerja perwakilan BKKBN Sulbar, Selasa 28 Mei, di Ruang Pola Kantor BKKBN Sulbar.

Sekretaris BKKBN Sulbar, Wawan Dermawan mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk memberikan pencitraan baik bagi instansi BKKBN dan mempublikasikan program kerja yang sudah dilaksanakan. Selain itu, diharapkan pegawai BKKBN bisa memahami dan menerapkan terkait pengelolaan informasi melalui website yang akan ditampilkan BKKBN, serta penguatan organisasi dalam menjalankan fungsi penerangan publikasi.

“Kita ingin ada output yang baik dalam publikasi kegiatan-kegiatan BKKBN yang sudah dilaksanakan. Kebanyakan juga kegiatan yang sudah dilaksanakan tidak terpublikasikan padahal kegiatan tersebut sangat baik. Olehnya, melalui kegiatan ini kita harapkan semua kegiatan yang akan dilaksanakan kedepan dapat dipublikasi di website kita agar masyarakat bisa mendapat informasi tentang BKKBN Sulbar,” ujarnya.

Salah satu narasumber, Kasubbag Inmas, Kanwil Kemenag Sulbar M. Sahlan mengatakan, kegiatan ini sangat baik, karena fungsi kehumasan sangat penting bagi citra suatu lembaga. Kehumasan merupakan ujung tombak dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Humas harus mampu membangun sinergitas kepada semua pihak. Humas juga harus mengetahui semua masalah di sebuah instansi.

“Humas adalah jembatan informasi dan pemersatu. Humas juga sebagai pembentuk citra sebuah instansi. Olehnya, humas harus bisa memberikan informasi kemasyarakat terkait hal-hal yang sudah dilaksanakan. Jangan sampai kita sudah bekerja keras melaksanakan kegiatan tapi masyarakat tidak mengetahui. Olehnya peran humas dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat sangat penting,” ujarnya.

Namun, kehumasan juga harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai dalam mendukung tugas kehumasan. Tapi semua itu tidak cukup, dibutuhkan SDM yang andal dalam mengoperasikan sarana dan prasarana yang dimiliki.

“Humas harus memberikan data yang akurat dan benar. Karena, budaya masyarakat saat ini sangat kritis. Jika kita menyampaikan data di website kita, maka mereka akan mencari tahu kebenarannya. Jika yang disampaikan tidak sesuai maka kepercayaan publik akan berkurang. Olehnya, data yang di berikan harus sesuai fakta dilapangan,” ujarnya.

Sekretaris Diskominfo Persandian dan Statistik Sulbar A. Muh. Yasin mengatakan, dalam menyebarkan informasi di media sosial harus lebih berhati-hati. Jangan menyebarkan informasi kalau sumbernya belum jelas. Data yang di sebarkan harus dijamin kebenarannya agar terhindar dari pembohongan publik atau hoax.

“Sebelum kita mempublikasikan informasi, terlebih dahulu sumbernya di perjelas. Jangan sampai kita menjadi penyebar hoax. Saat ini jika kita salah memberikan informasi, kita bisa dipenjarakan. Olehnya, sebelum disebar luaskan terlebih dahulu informasi tersebut di saring agar tidak menimbulkan permasalahan,” ujarnya. (ian)

Komentar

News Feed