oleh

Hukuman Berat Menanti Penyeleweng Dana Covid-19

MAJENE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene dewasa ini konsentrasi penuh mengawasi pengelolaan dan penggunaan anggaran penanganan Covid-19.

Kasi Intel Kejari Majene, Muh Ihsan Husni mengatakan, pemangku kebijakan telah diingatkan agar tidak menyelewengkan dana Covid-19. Mengingat sanksi hukumnya jauh lebih berat ketimbang penyelewengan dana lain.

Sebab itu pihaknya terus mengawal seluruh kegiatan yang terdanai anggaran Covid-19. Itu sesuai arahan pimpinan agar penyaluran dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan terhindar dari penyelewengan.

Olehnya dukungan masyarakat, LSM dan media sangat diharapkan. Jika saja ada kegiatan yang terindikasi menyalahgunakan anggaran Covid-19, segera dilaporkan. “Contohnya pembagian masker dianggarankan 100 lembar, tapi tidak sesuai kenyataan,” ujar Ihsan, Selasa 16 Juni.

Menurut Ihsan, tidak ada pasal khusus yang mengatur tentang penyelewengan dana Covid-19, namun apabila ada yang melakukan tindak pidana korupsi, maka hukumannya akan diperberat. “Mungkin dulu hukamannya hanya 10 tahun, tapi kalau menyelewengkan dana bencana, bisa menjadi 12 tahun. Bahkan sampai seumur hidup,” tegasnya.

Dalam memaksimalkan pengawalan, kata Ihsan, pihaknya terjun langsung ke lapangan. Salah satunya mengawal penyaluran BLT. Lagi pula Kejari tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19, sehingga mempermudah pengawasan. (r2/kdr)

Komentar

News Feed