oleh

Honor Belum Dibayar, Perawat Pasien Covid Mogok Kerja

PASANGKAYU — Gegara honornya belum dibayarkan, petugas medis yang bertugas merawat pasien Covid-19 di RSUD Pasangkayu, mogok kerja. Itu berlangsung sejak 31 Desember 2020 lalu.

Di hadapan Ketua DPRD Pasangkayu Alwiaty, Humas RSUD Pasangkayu Adding Marulu menjelaskan bahwa kendala tak dibayarkan honor petugas medis, berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pasangkayu.

Adding mengaku sudah pernah menanyakan perihal tersebut kepada Dinkes Pasangkayu. Jawaban yang didapatkannya, laporan kegiatan perawatan pasien yang terjangkit covid itu harus disampaikan ke Satgas Covid-19 Pasangkayu, bukan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

“Padahal laporan petugas medis ini sudah masuk ke Dinkes. Nanti Dinkes yang meneruskan ke Satgas Covid-19. Sebab rumah sakit ini berstatus UPTD di bawah naungan Dinkes,” tutur Adding Marulu, Selasa 5 Januari 2021.

Lanjut Adding, bisa jadi laporan petugas medis ini tidak diteruskan ke Satgas. Sehingga Satgas menganggap tidak ada pasien terjangkit Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

“Ada sepuluh orang petugas medis yang bertugas disana. Ada yang dihonor Rp 1 juta per bulan hingga Rp 2,5 juta per bulan. Masa kami disuruh membuat laporan sendiri dan langsung ke Satgas? Kami ini siapa, kami hanya UPTD di bawah naungan Dinkes,” jelasnya.

Mendengar penjelasan tersebut, Ketua DPRD Pasangkayu Alwiaty pun mengaku iba dengan para petugas medis yang tak terbayarkan honornya selama dua bulan.

“Mereka yang ditunjuk sebagai perawat untuk pasien covid ini, masa tak jelas sumber anggaran untuk honornya. Sementara, ada dana covid yang sudah disiapkan,” tutur Alwiaty.

Ia berjanji segera memanggil Direktur RSUD dan Kepala Dinkes Pasangkayu untuk memberikan penjelasan terkait masalah itu. Ia berharap, tak ada saling lempar tanggung jawab antara RSUD dan Dinkes.

“Kasian perawat tidak menerima honornya. Jangan sampai cuman itu yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhan dalam keluarganya. Sehingga dalam satu dua hari ini, saya akan panggil kepala dinasnya dan Direktur RSUD untuk memberikan penjelasan,” pungkasnya. (asp/ham)

Komentar

News Feed