oleh

Hidupkan Kembali Bandara Sumarorong

-Ragam-2.887 views

RADARSULBAR.CO.ID — Sudah tiga tahun bandar udara (Bandara) Sumarorong, Mamasa, Sulawesi Barat terbengkalai. Belakangan kembali coba diperjuangkan oleh legislatif Sulbar, namun pihak eksekutif punya prioritas lain.

Menurut Ketua DPRD Sulbar, Amalia Fitri Aras, selama ini pihaknya telah berupaya agar Bandara Sumarorong mendapat suplai APBD. Namun, kata dia, eksekutif mendorong tawaran infrastruktur serupa di tempat lain.

“DPRD menolak, karena kita mau harusnya diperhatikan dulu Bandara yang ada di Sumarorong Mamasa,” tulis Amalia, kepada Radar Sulbar, Jumat.

Anggota Komisi II DPRD Sulbar, Sukri Umar menguatkan, bahwa penentu kebijakan di provinsi ke-33, lebih prioritaskan pembangunan Bandara di daerah Paku, Polewali Mandar. “Itu maunya gubernur. Saya mendengar juga ada keinginan yang kuat untuk membangun di Polman,” ungkapnya.

Pihaknya mendukung agenda pembangunan daerah, termasuk Bandara. Namun, hemat politisi Demokrat ini, semestinya menuntaskan terlebih dahulu permasalahan yang ada di Sumarorong.

Apalagi, Sulbar memang telah menetapkan bahwa Mamasa diproyeksi menjadi destinsi wisata di provinsi ke-33 ini. Komitmen ini harus terus dijaga demi pemerataan pembangunan di Sulbar.

“Harusnya di Mamasa dulu diselesaikan, tentu dengan perhitungan bagus. Jangan sampai kita sekadar menghabiskan anggaran atas dasar ambisi,” tandasnya.

Komentar

News Feed