oleh

Hati-hati, Aksi Penipuan Marak Terjadi

MAMUJU – Aksi penipuan kembali marak terjadi di Mamuju. Warga diminta tetap waspada dan tidak mudah mempercayai orang yang baru saja dikenal. Sederet aksi penipuan itu diantaranya, ada berpura-pura menjadi dukun yang dapat memperlancar rezeki di tengah pandemi dan ada pula yang mengaku sebagai sales gas elpiji 3 Kilogram (Kg).

Dari kasus penipuan gas elpiji tersebut, polisi mengamankan satu orang tersangka berinisial MY (31). MY merupakan warga Desa Sabe, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulsel.

“Yang bersangkutan melakukan tindak pidana penipuan terhadap beberapa korban. Modusnya, pelaku mengaku sebagai sales penjualan elpiji,” kata Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Pandu Arief Setiawan, di ruang kerjanya, Selasa 10 Agustus.

Pelaku, lanjut AKP Pandu, menjanjikan sejumlah tabung gas elpiji 3 Kg kepada korban setelah korban menyetor sejumlah uang kepada pelaku. Setelah korban menyetor uang, korban dijanjikan dalam dua pekan tabungnya sudah tiba. Tapi sampai saat ini barangnya tak kunjung ada.

Menurutnya, saat ini sudah ada empat korban yang melapor dengan kerugian bervariasi, mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 3,7 juta.

“Kita sangkakan pasal 378 terkait penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara,” ujarnya.

Satreskrim Polresta Mamuju juga meringkus seseorang berinisial S (38) yang mengaku sebagai dukun. S diringkus setelah melancarkan aksinya di Desa Taan, Kecamatan Tapalang. Pelaku mengaku dapat memperlancar rezeki dan mengusir roh jahat dalam rumah.

“Pelaku mendatangi korbannya dengan membawa teko atau cerek. Setelah korbannya yakin, pelaku meminta korban memasukkan harta bendanya dan uang ke dalam teko itu. Kemudian, pelaku lalu berpura-pura melakukan ritual. Saat korban lengah, pelaku kabur membawa teko yang berisi uang dan perhiasan tersebut,” terang AKP Pandu.

Pelaku ditangkap di Pasar Tinambung, Polewali Mandar (Polman) Selasa 3 Agustus. Dari tangan pelaku, ditemukan gelang emas 10 gram dan uang Rp 2,5 juta.

“Pelaku mengaku sudah melancarkan aksinya di beberapa tempat,” bebernya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Pasangkayu itu mengimbau agar warga lebih berhati-hati menerima tamu.

“Untuk masyarakat Mamuju agar lebih waspada dalam menerima tamu tak dikenal, apalagi jika menawarkan iming-iming tidak jelas,” pungkasnya. (ajs)

Komentar

News Feed