oleh

Hari Pertama CAT, Listrik-Jaringan Jadi Kendala

MAMUJU – Hari pertama pelaksanaan ujian Computer Assisted Test (CAT) Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Mamuju, terkendala beberapa persoalan.

Padamnya listrik dan terganggunya jaringan pada server merupakan rentetan persoalan pelaksanaan CAT CPNS di hari pertama, tersebut.

Dampaknya, pelaksanaan CAT bagi sekira 300 peserta dari dua sesi, yakni sesi pertama dan kedua harus ditunda dan dialihkan ke Minggu 23 Februari pukul 09.00 Wita.

Pelaksanaan ujian hari pertama pun baru bisa dimulai sekira pukul 13.00 Wita, dimulai dari sesi tiga.

Salah seorang peserta CPNS Hasniani, menyayangkan keputusan panitia penerimaan CPNS Pemkab Mamuju yang menunda jadwal tes bagi sesi pertama dan kedua.

Padahal, lanjut Hasniani, peserta dari sesi pertama dan kedua telah sepakat menunggu hingga malam hari. Lantaran kebanyakan peserta berasal dari luar Mamuju.

“Jadwalnya dipindahkan ke hari Minggu, banyak teman-teman punya kesibukan lain. Banyak juga dari luar daerah. Mereka harus keluarkan ongkos lagi,” kata Hasniani, saat ditemui di SMP Megeri 2 Mamuju.

Menurut Hasniani, panitia juga tidak melibatkan peserta dalam mengambil keputusan tersebut. Panitia sepihak mengambil keputusan.

“Kami sudah menunggu sejak pagi. Tiba-tiba diputuskan pindah hari Minggu. Kami sudah buang tenaga dan waktu,” bebernya.

Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Mamuju, Muhammad Yusuf menyebut, pemindahan jadwal ujian bagi peserta sesi pertama dan kedua di hari pertama, harus dilakukan. Sebab, waktu tidak memungkinkan.

“Tadi sempat ada treble. Kami sudah berupaya semaksimal munkin persiapka. Tapi, Allah berkehendak lain. Ada beberapa persoalan terjadi,” sebut Yusuf.

Yusuf berharap, para peserta bisa mengerti situasi yang terjadi. Persoalan yang terjadi merupakan sesuatu yang tidak diinginkan semua pihak.

Sekkab Mamuju, Suaib Kamba memastikan, penerimaan CPNS Pemkab Mamuju berlangsung transparan. Tidak ada istilah titipan.

“Bila ada peserta memakai joki, maka langsung dicoret dan jokinya diproses hukum. Termasuk panitia penerimaan CPNS. Jika terbukti, saya tindak tegas,” pungkas Suaib. (m2/jsm).

Komentar

News Feed