oleh

Hari Jadi Sulbar ke-17, Persembahkan Taman Budaya Buttu Cipping

MAMUJU – Taman Budaya Buttu Cipping segera rampung. Ditarget, mulai digunakan September mendatang, bertepatan dengan Hari Jadi Sulbar yang ke- 17 tahun.

Di taman budaya itu, salah satu pekerjaan paling berat adalah sebuah bangunan dari bahan kayu berukuran besar. Menggunakan puluhan tiang. Bangunan itu mirip rumah panggung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar Gufran Darma Dirawan mengatakan, saat ini, pihak kontraktor sementara melakukan penghalusan beberapa bagian pada bangunan dimaksud.

“Progressnya 85 persen. Rencananya sudah bisa digunakan September nanti. Kita mau resmikan pas perayaan hari Jadi Sulbar ke-17 tahun,” tutur Gufran, Senin 23 Agustus 2021.

Gufran mengaku, terdapat kekurangan dana pembangunan. Sekira Rp 81 Juta. Namun itu tak menjadi penghambat. Pihaknya tetap melanjutkan pekerjaan, dengan jaminan kekurangan dana itu bakal ditutupi melalui APBD Perubahan tahun 2021.

Diketahui, pembangunan Taman Budaya Buttu Cipping telah menelan biaya Rp 1,9 miliar. Dari APBD Sulbar tahun 2020. Tahun ini, kembali mendapat alokasi sebesar Rp 2,9 miliar. Itu karena proyek ini tak terimbas kebijakan refocusing anggaran.

Pemprov Sulbar menggenjot pembangunan Taman Budaya Buttu Cipping, mengingat taman tersebut rencananya jadi tempat pelaksanaan HUT Sulbar yang ke-17 tahun.

“Bagus lagi kalau selesai sebelum perayaan Hari Jadi Sulbar. Jadi kita bisa usulkan, paripurna dalam rangka hari jadi digelar disini (Taman Budaya Buttu Cipping,red),” rencana Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar.

Didirikannya taman budaya itu, berangkat dari upaya pelestarian budaya Mandar yang saat ini hampir tenggelam oleh peradaban. Itu disebabkan kurangnya referensi bagi generasi untuk menggali budaya. “Hampir semua generasi muda kehilangan identitas ke-Mandaran-nya. Sehingga itu perlu dikembalikan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Taman Budaya Buttu Ciping juga jadi sumber bagi generasi mendapat keilmuan. (imr/dir)

Komentar

News Feed