oleh

Harga Naik, Alokasi Pupuk Subsidi Mulai Disusun

MAMUJU – Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 20 Tahun 2020, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi naik untuk tahun 2021.

Kepala Seksi (Kasi) Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Mamuju Fauziah, mengaku sudah menerima surat terkait hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa harga pupuk subsidi yang naik terbagi atas empat jenis.

Pupuk urea yang sebelumnya Rp 1.800 per kilogram (kg) naik menjadi Rp 2.250 per kg, SP36 dari harga Rp 2 ribu per kg naik menjadi Rp 2.400 per kg, pupuk ZA sebelumnya Rp Rp 1.400 per kg menjadi Rp 1.700 per kg. Sementara pupuk organik dari harga Rp 500 per kg naik menjadi Rp 800 per kg.

“Kalau pupuk NPK, harganya tetap Rp 2.300 per kilogramnya,” ujar Fauziah, saat dikonfirmasi, Kamis 7 Januari 2021.

Fauziah mengungkapkan, saat ini dirinya sedang menyusun alokasi pupuk subsidi untuk setiap kecamatan. “Kalau tahun ini kami dapat jatah pupuk urea 6.650 ton, SP36 200 ton dan ZA 1.306 ton, dan saya sementara menyusun alokasinya,” ungkapnya.

Untuk pendistribusian, lanjut Fauziah, ada dua distributor yang sudah bekerjasama dengan DTPHP Mamuju. Mereka yang akan menyalurkan kepada pengecer.

Untuk Kecamatan Kalukku, Tommo, Sampaga dan Simboro disalurkan oleh distributor CV. Amalia Puta. Sedangkan Kecamatan Bonehau, Tapalang, Tapalang Barat, Mamuju, Papalang dan Kalumpang, disalurkan oleh distributor Pertani.

“Ada 31 pengecer tersebar di sembilankecamatan. Namun untuk Kalumpang, tidak ada pengecer, jadi petani biasanya mengambil ke kecamatan terdekat,”pungkas Fauziah. (rez/jsm)

Komentar

News Feed