oleh

Harga Cabai Rawit Melonjak

MAMUJU – Harga Cabai Rawit melonjak. Kini menyentuh angka Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram (kg).

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan (Disdag) Mamuju, Assyabri Rusli mengatakan, kenaikan harga terjadi hampir di seluruh pasar di Mamuju.

Harga Cabai Rawit Melonjak

“Tren lonjakan harga cabai rawit sudah ada sebelum gempa bumi melanda Sulbar. Tapi kenaikannya tidak langsung signifikan. Naik Rp 5 sampai Rp 10 ribu dari harga semula Rp 30 ribu per kg. Sekarang sudah sampai Rp 65 per kg,” kata Assyabrie saat dikonfirmasi , Selasa 23 Februari.

Ia mengungkapkan, kenaikan harga diakibatkan oleh faktor cuaca yang berimbas pada produksi hasil panen petani lokal.

“Harga dari produsen ataupun petani lokal juga masih tinggi, lalu pasokan dari luar agak berkurang, jadi kemungkinan hingga pekan depan harga cabai rawit ini masih ada di angka Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu per kilogram,” ungkap Assyabrie.

Assyabrie menyampaikan, kenaikan harga cabai rawit tidak hanya terjadi di Mamuju, melainkan terjadi juga dibeberapa wilayah Indonesia.

“Kami berharap kedepannya pemasok dapat meningkatkan jumlah pasokan dan produksi petani lokal semakin meningkat,” ujar Assyabrie.

Salah satu pedagang di Pasar Regional Mamuju, Aan menyampaikan, selain cabai rawit, harga Bahan Pokok (Bapok) lainnya masih terbilang normal.

“Waktu November sampai Desember 2020 harga cabai rawit itu normal, harganya Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu perkilogram, nanti Januari mulai naik sedikit demi sedikit,”tutupnya. (m5/jsm)

Komentar

News Feed