oleh

Haji dan Hajjah

-Kolom-1.375 views

SURGA adalah balasan tertinggi bagi jamaah haji yang berpredikat Haji Mabrur: yaitu haji yang jamak diartikan sebagai haji yang diterima Allah. Haji yang diapresiasi sebagai duta teladan kaum muslimin.

Di Indonesia, haji merupakan sebutan bagi muslim laki-laki yang telah menunaikan rukun Islam kelima, dan hajjah bagi muslim perempuan. Kedua kata tersebut umumnya ditulis singkat ‘H’ untuk laki-laki dan ‘Hj’ untuk perempuan di awal nama bagi yang telah menunaikannya.

Pemberian gelar haji secara masif baru dilakukan pada zaman kolonial Belanda. Gelar itu dimaksudkan agar Belanda dapat membatasi gerak-gerik umat muslim dalam berdakwah.
Karena pada saat itu, mayoritas orang yang pergi haji, ketika pulang ke tanah air akan melakukan perubahan dan perlawanan terhadap Belanda.

Hal-hal seperti ini yang merisaukan pihak Belanda. Maka salah satu upaya mengawasi dan memantau aktivitas serta gerak-gerik ulama-ulama adalah dengan mengharuskan penambahan gelar haji dan hajjah. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintahan Belanda Staatsblad tahun 1903.

Namun, kata ‘haji’ sendiri terambil dari kata Arab yang berarti orang yang berhajat. Haji untuk laki-laki yang berhajat sedangkan ‘Hajjah’ untuk perempuan yang berhajat. Disebut orang berhajat karena ibadah haji merupakan puncak hajat perjalanan spritual seorang muslim dalam meniti jalan menghampiri Tuhan.

Haji adalah orang yang berhajat ingin berjumpa Tuhan. Mungkin inilah rahasia mengapa ibadah haji itu ditempatkan sebagai rukun kelima Islam. Hal ini mengisyaratkan sekaligus menegaskan seseorang barulah dapat berhaji ketika syahadatnya sudah kokoh, salat lima waktu lancar, zakat ditunaikan secara rutin, dan puasa Ramadhan aktif.

Komentar

News Feed