oleh

Gula Pasir Mulai Langka

PASANGKAYU – Pandemi Covid-19 sudah berdampak pada sektor ekonomi, khususnya pada pemenuhuhan beberapa kebutuhan pokok.

Di Kabupaten Pasangkayu, gula pasir sudah mulai jarang dijual. Menurut Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Koperindag) Pasangkayu M. Arfan Lasibe, berdasarkan hasil pantauan mereka dalam satu pekan terakhir, ketersediaan bahan pokok seperti beras, bawang, dan lainnya itu masih banyak dijual, kecuali gula pasir.

“Untuk harga gula pasir sendiri sekarang ini ada yang menjualnya Rp 20.000 per kg, bahkan ada yang menjual Rp 22.000 per kg, dari harga sebelumnya Rp 18.000 per kg,” terang Arfan Lasibe, di ruang kerjanya, Sabtu 4 April.

Kata Arfan, di Perum Bulog saat ini tidak memiliki stok gula pasir. Tapi beras, minyak goreng dan bahan pokok lainnya itu masih tersedia disana.

Menurutnya, untuk kebutuhan beras di Kabupaten Pasangkayu itu tidak dikhawatirkan. Karena setiap pekannya ada 20 truk yang muat beras dari Sulsel. Setiap truk tersebut mengangkut 8 ton beras.

“Jadi setiap minggu itu beras masuk di Kabupaten Pasangkayu kurang lebih 160 ton. Mobil ini selain mengecer di setiap pasar, beras mereka juga dititip ke setiap kios-kios. Sementara stok beras di Bulog sekarang ini 100 ton. Jadi kita masih amanlah,” ungkap Arfan.

Berdasarkan laporan yang ia terima, untuk Gas LPG 3 Kg itu mengalami kelangkaan. Terkait hal tersebut pihaknya langsung melakukan rapat dengan Asisten II dengan CV. Karajae selaku penanggungjawab pasokan LPG di Pasangkayu dari PT Pertamina.

“Ternyata stok itu tidak dikurangi dari jumlah 90.000 tabung per tahun. Kelangkaan ini dikhawatirkan karena pelayanan yang dilakukan oleh pangkalan ke pengecer yang memberikan tabung dalam jumlah banyak. Tapi ini masih dugaan dan akan kami cari tahu bersama CV Karajae dengan mendatangi semua pangkalan yang berjumlah 128 di Kabupaten Pasangkayu,” tandasnya. (r3/ham)

Komentar

News Feed