oleh

Golkar Sulbar Tentukan Sikap Bulan Ini

MAMUJU – Partai Golkar segera putuskan bakal calon bupati dan balon wakil bupati yang akan diusung pada Pilkada 2020 di empat kabupaten se-Sulbar.

Pleno penetapan nama-nama kandidat tersebut, terjadwal pada pertengahan Februari ini.
Demikian disampaikan Sekretaris Golkar Sulbar, Hamzah Hapati Hasan dalam keterangan resminya kepada Redaksi Radar Sulbar, Sabtu 1 Februari.

“Saya sudah menghadap Pak Sekjen di Jakarta untuk melaporkan hasil penjaringan, lalu meminta arahan beliau. Pada prinsipnya, beliau sudah sepakat dengan proses penjaringan dan minta untuk segera ditetapkan di tingkat provinsi agar bisa dikirim dan diproses secepatnya di DPP (Golkar),” jelasnya.

Selain itu, politisi yang dengan sapaan H4 ini, telah menemui Plt. Ketua Golkar Sulbar Ibnu Munzir di Jakarta.

“Dari arahan Pak Sekjen dan Pak Ibnu Munzir, maka kita sepakati rapat pleno dilaksanakan pada medio Februari. Kira-kira tanggal 15 lah. Nanti kita bahas lebih lanjut bersama pengurus lainnya agar kita persiapkan pleno-nya, karena DPP minta secepatnya, sebelum bulan Maret (2020),” jelasnya.

Mantan Ketua DPRD Sulbar ini menambahkan bahwa pleno akan mengundang seluruh pimpinan Golkar kabupaten yang daerahnya menggelar Pilkada.

Termasuk figur yang telah terjaring untuk menyampaikan langsung visi misi mereka di hadapan panelis yang ditunjuk oleh pimpinan Golkar Sulbar.

“Hanya calon bupati saja yang akan menyampaikan visi misi. Calon wakil bupati tidak usah. Sebenarnya sudah ada visi misi yang disampaikan secara tertulis pada berkas yang dimasukkan saat mendaftar, tapi kita ingin mendengar langsung dari mereka sekaligus berinteraksi dan berdialig terkait visi misi itu,” jelas H4.

Ada 20 orang yang mendaftar sebagai calon bupati/wakil bupati di Partai Golkar, yang terdiri dari 10 orang calon bupati dan 10 orang calon wakil bupati.

Semua bupati petahana mendaftar sebagai cabup, yaitu Bupati Mamuju Tengah petahana Aras Tammauni, Bupati Mamuju petahana Habsi Wahid, dan Bupati Majene petahana Fahmi Massiara.

Hanya di Pasangkayu tidak terdapat bupati petahana karena bupati setempat sudah dua periode menjabat. Tapi, Ketua Golkar Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa yang merupakan saudara kandung Bupati Agus Ambo Djiwa, mendaftar sebagai cabup.

H4 mengemukakan, setelah pleno penetapan di tingkat provinsi, maka selanjutnya dikirim ke DPP Golkar untuk ditetapkan menjadi calon kepala daerah resmi dari Golkar pada pilkada serentak 2020. (rls/**)

Komentar

News Feed