oleh

Giliran Anggota DPRD Mamasa di Orientasi

MAMUJU, RADAR SULBAR — Giliran 30 anggota DPRD Kabupaten Mamasa mengikuti orientasi kedewanan di Grand Maleo Hotel and Convention Mamuju, Selasa 22 Oktober 2019.

Selain itu, enam orang anggota DPRD Pasangkayu dan satu orang anggota DPRD Mamuju Tengah ikut ambil bagian. Dikarenakan, pada saat giliran orientasi DPRD Pasangakayu dan Mamuju Tengah berlangsung, mereka berhalangan hadir.

Sekertaris Provinsi (Sekprov) Sulbar Muhammad Idris mengatakan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, DPRD harus mengetahui ranah tugas utamanya dalam menjalankan fungsi kedewanan, yakni legislasi, anggaran dan pengawasan.

“Anggota DPRD harus mempersiapkan diri untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Menurutnya, tugas seorang anggota dewan bukanlah hal mudah, seorang legislator harus mampu mendeteksi penyebab terjadinya masalah yang ada di daerah.

“Bukan hanya sebatas mengetahui penyebab dari sebuah masalah, namun juga bagaimana menyelesaikan masalah tersebut,” ujar Idris.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulbar, Yakub F. Solon, menjelaskan tujuh orang legislator dari Pasangkayu dan Mateng tidak sempat mengikuti orientasi dewan bersama dengan legislator dari daerah masing-masing karena saat diselenggarakan orientasi dewan untuk kabupaten tersebut, mereka berhalangan hadir.

“Sesuai aturan boleh, mereka yang tidak sempat hadir karena ada kepentingan yang mendesak seperti pertemuan partai atau sakit bisa ikut diorientasi kabupaten lainnya,” papar Yakub.

Yakub menyampaikan, pelaksanaan orientasi ini bertujuan untuk mengenalkan tugas pokok dan fungsi anggota DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, dan meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan NKRI, serta meningkatkan pemahaman tentang ideologi negara, konstitusi, semangat patriotisme dan wawasan kebangsaan.

“Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari. Ini pembekalan anggota dewan gelombang terakhir,” jelas Yakub.

Ia menambahkan, selama orientasi, anggota DPRD akan diberikan pendalaman terhadap sejumlah materi, seperti isu-isu lokal, fungsi, tugas dan wewenang serta hak dan kewajiban DPRD, sistem pemerintahan Indonesia, internalisasi integritas, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Wawasan Kebangsaan dan NKRI, hubungan kerja antara DPRD dan Kepala Daerah, serta pembangunan daerah dan pengelolaan keuangan daerah.

Sementara itu, Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Mamasa, Alexy mengungkapkan, DPRD Mamasa menjadi kabupaten terakhir yang melaksanakan orientasi kedewanan karena lebih mengutamakan pelantikan pimpinan defenitif dan penyusunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) sebelum melaksanakan orientasi kedewanan.

“Keadaan disetiap daerah itu berbeda-beda. Puji Tuhan kami sudah rampungkan pembahasan AKD sebelum orientasi,” tandas Alexy. (m5/rs)

Komentar

News Feed