oleh

Gempa di Mateng Akibat Mamuju Thrust

MAMUJU – Gempabumi mengguncang Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat pada Rabu (28/10/2020).

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,3. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,20 LS dan 119,30 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 24 km arah Barat Daya Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 km.

Menurut BMKG, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Mamuju (Mamuju Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik ( thrust fault).

Getaran gempa kembali terjadi sekira pukul 03.43 Wita dengan kekuatan 5.4 Magnitudo. Berlokasi 2.24 LS, 119.22 BT berpusat di darat 34 km Barat Daya Mamuju Tengah dengan kedalaman 10 Km. Getaran dapat dirasakan di MMI IV-V Mamuju Tengah, III-IV Kota Mamuju, II-III Mamasa, II-III Majene.

“Gempa di Mateng itu terjadi karena aktivitas dari sesar Mamuju (Mamuju Thrust). Berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan oleh BMKG gempabumi dengan Magnitudo 5,4,” terang Prakirawan dan Iklim BMKG Majene Arman.

Pukul 06:50 Wita getaran gempa kembali dirasakan. Kekuatan gempa 5.0 Magnitudo. Berlokasi 2.32 LS, 119.07 BT. Pusat gempa berada di laut 48 km TimurLaut Mamuju), Kedalaman 10 Km dan dirasakan (MMI) III Mamuju Tengah.

BMKG menyebutkan hasil monitoring menunjukkan adanya empat gempabumi susulan. Gempa yang terjadi dini hari tidak berpotensi tsunami

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang dapat membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” imbaunya. (dnd)

Komentar

News Feed