oleh

Gaji LP tak Dibayar, Kemenag Beralasan DIPA tak Cukup

POLEWALI – Pengelolaan anggaran di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Polewali Mandar dipertanyakan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana lauk pauk Aparatur Sipil Negara (ASN) guru madrasah di lingkup Kemenag Polman belum dibayarkan. Sejak bulan Maret sampai dengan bulan September ini belum ada pembayaran dana lauk pauk. Bahkan sejumlah ASN guru madrasah belum mendapatkan penjelasan terkait mandeknya pembayaran gaji lauk pauk.

“Gaji LP (lauk pauk) yang belum terbayarkan mulai Maret hingga September ini dengan rincian perbulan Rp700.000 lebih,” terang salah seorang guru ASN Kemenag yang tak ingin disebutkan namanya.

Selain itu, ditambah dengan selisih tunjangan kinerja (Tukin) yang belum terbayarkan mulai Juli 2020 hingga awal 2021 belum juga dibayarkan.

Terpisah, Kepala Seksi Madrasah Kemenag Polman, Laupa yang dikonfirmasi menyampaikan jika bukan hanya guru madrasah yang belum dibayarkan LP-nya. ASN Kemenag lainnya termasuk dirinya juga belum dibayarkan.

Laupa menjelaskan penyebab tidak dilakukan pembayaran LP tersebut karena dana di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemenag Polman tidak mencukupi.

“Kita belum tahu kapan akan dibayarkan karena baru akan mengusulkan. Insya Allah tetap akan diproses karena bukan hanya guru yang belum dibayarkan tapi ASN lainnya juga, termasuk saya,” jelas Laupa.

Untuk pembayaran tunjangan kinerja (tukin) Laupa membantah jika mulai bulan Juli yang belum dibayarkan. Namun menurutnya yang belum yakni hanya ada dua bulan saja yang belum dibayarkan alasannya karena anggaran di DIPA tak mencukupi.

“Ini bukan kesengajaan dan kami. Kemenag tidak pernah menahan apalagi mengambil hak mereka tapi anggaran yang masuk di DIPA tidak mencukupi,” tegasnya.

Ia menyampaikan pihaknya akan berusaha membayarkan tunggakan tersebut pada tahun 2021 ini. (arf/mkb)

Komentar

News Feed