oleh

Figur Bersahaja itu Telah Tiada

BUPATI Fahmi Massiara tutup usia. Sulbar, khususnya Kabupaten Majene berduka. Kehilangan figur pemimpin bersahaja.

Senin 28 September, kabar duka datang dari RS Grestelina, Makassar. Bupati Majene yang sempat dirawat, menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 12.10 Wita.

Fahmi wafat di usia 57 tahun. Meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Rencananya, dimakamkan hari ini.

Bagi Wabup Majene, Lukman, almarhum merupakan sosok pemimpin yang sabar serta bijaksana.

Namun demikian, sangat disipiln dalam pemerintahan.

“Beliau mau melihat pemerintah ini sesuai dengan SOP yang ada, agar Majene bisa lebih baik lagi,” ujar Wakil Bupati Majene, Lukman di rumah duka di Majene, siang kemarin.

Siang kemarin, rumah duka di Jalan Mustafa Kamal, Battayang, Majene langsung dipadati sejumlah pejabat, aparatur pemerintahan dan warga yang menanti kedatangangan jenazah almarhum.

“Beliau meninggal karena menderita sakit,” jelas keponakan almarhum, Ahmad Fauzi. Menurutnya, kondisi Fahmi mulai drop sejak pertengahan Agustus, lalu.

Menuntaskan SD, SMP dan SMA di Majene, Fahmi melanjutkan pendidikan S1 Ilmu Pemerintahan Unhas. Kemudian lanjut program magister Hukum UMI, sebelum meraih gelar Doktor Manajemen di UMI.

Menurut Ahmad Fauzi masih banyak hal yang diimpikan oleh Fahmi untuk Majene.

“Pernah sampaikan, mau sekali ada ruang terbuka hijau, di area stadion. Beliau ngotot direalisasikan meskipun bertahap. Katanya, stadion nanti harus jadi ruang terbuka hijau. Juga mau melengkapi sport center Majene,” paparnya.

Pada sektor pendidikan dan kesehatan, Fahmi tengah mendesain dan mengerjakan pengembangan Poltek di wilayah Sendana, dan sebuah RS Pratama. “Terakhir itu beliau upayakan di Kemenkes, ada nanti Puskesmas Plaza di Majene,” imbuhnya.

Sebelum terpilih sebagai Bupati Majene pada 2016, Fahmi pernah menjabat camat Banggae Timur, dan Wakil Bupati Majene 2011–2016.

Ia juga dikenal sebagai sosok yang peduli lingkungan. Bahkan mendirikan Tim Ekspedisi Banggae Timur (TEBT) Kabupaten Majene yang banyak bersentuhan dengan lingkungan.

Ketua DPRD Sulbar, St. Suraidah Suhardi pun turut berduka cita atas meninggalnya Fahmi Massiara.

Suraidah mengajak masyarakat Majene, khususnya keluarga besar Fahmi Massiara agar bersabar dan tabah.

“Ini menjadi ujian bagi kita semua. Saya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam,” ujarnya.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menyampaikan, selama ini, Bupati Majene senantiasa berkoordinasi dan terpadu dengan Pemprov Sulbar dalam melakukan pembangunan provinsi ke-33 ini.

“Saya berharap keluarga yang ditinggal bisa bersabar dan tabah dalam menghadapi kenyataan ini,” tutur Ali.

Ditanya soal Pjs Bupati Majene, kata Ali bakal segera menindaklanjuti kekosongan jabatan di Pemkab Majene itu.

Nama yang diusulkan dimaksud adalah, M Natsir, Jaun dan Hamzah. Sudah diusulkan, namun nama yang ditetapkan dari Kemendagri belum ada. Harus diperbaharui kembali.

“Untuk sementara belum, kami pending kemarin, karena masih bertahan. Sekarang, kita akan ambil yang baru nanti masuk,” tuturnya. (r2-imr/rul)

Komentar

News Feed