oleh

Febrianto: Jangan Golput

-Politik-1.592 views

RADARSULBAR.CO.ID — Pimpinan Komisi II DPRD Mamuju, Febrianto Wijaya berharap pesta demokrasi Pemilu 2019 berjalan lancar, tertib, dan aman hingga pencoblosan tuntas, besok.

Pria yang akrab disapa Anto ini, mengingatkan siapapun yang terpilih nanti, khususnya dalam pemilihan legislatif (Pileg) agar menjadi pejabat yang amanah. Sepenuh hati mencintai Mamuju.

Anto mengaku memahami betul perkembangan Mamuju dari tahun ke tahun, hingga dirinya menjadi Legislator Mamuju. “Saya besar dan berkembang di daerah ini. Buang sampah di jalan pun saya tidak mau. Apalagi mau melakukan korupsi. Itu pegangan saya selama menjabat,” ujarnya, Selasa 16 April.

Sebab itu, ia mengharapkan, Mamuju diisi oleh para pejabat yang betul-betul bersih. Begitupun kepada para calon legislatif lainnya, ketika terpilih, maka jadilah pejabat yang menularkan doktrin positif kepada masyarakat.

Anto meneruskan, banyak cara menularkan doktrin kepada masyarakat, pertama memberdayakan kecanggihan teknologi dalam melakukan peledakan informasi secara milenial, dengan menampilkan hal positif dan keindahan potensi yang ada di Mamuju. Termasuk menumbuhkan nilai-nilai kebudayaan, seperti tenun sekomandi, tarian budaya, dan khasanah lainnya.

Dengan begitu, hemat politisi Demokrat ini, masyarakat di daerah lain bahkan di dunia pun dapat menyaksikan betapa bersyukurnya menjadi warga yang berada di Mamuju. “Itu dari segi Publikasi,” ujarnya.

Terpenting, sambung Anto, mencintai Mamuju tentunya ditunjukkan dengan cara tidak melakukan kericuhan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menjauhi narkotika. Selain itu, banyak berkarya, menekuni pekerjaan, menjaga persaudaraan dan kerukunan ummat beragama.

Begitupun pada momen politik tahun ini. Sepatutnya warga negara menunjukkan sikap positif dengan berpartisipasi pada pesta demokrasi tahun ini. “Jangan memilih untuk golput dan jaga persaudaraan. Mari bersama-sama sukseskan Pemilu 2019,” paparnya.

Sang legislator menambahkan, setiap suara akan menentukan nasib daerah lima tahun kedepan. “Nah, ketika salah pilih, harus menunggu kesempatan lima tahun tahun kedepan,” tegas Anto. (imr/**)

Komentar

News Feed