oleh

Enny Cek Kebutuhan Pengungsi

MAMUJU — Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulbar, Enny Anggraeny Anwar berkeliling posko pengungsian untuk menggali kebutuhan warga selama di pengungsian.

Itu dilakukan agar penyaluran bantuan tidak tumpang tindih. “Kami khususkan sengaja melihat titik pengungsian di Mamuju. Melihat apa yang mereka rasakan di pengungsian. Apa masalahnya dan kendalanya,” kata Enny, di lokasi pengungsian halaman Kantor Bupati Mamuju, 21 Januari.

Hasil kunjungan ke posko-posko pengungsian bakal dibahas bersama. Menentukan bantuan apa yang bakal disalurkan. PMI juga bakal bekerja hingga tahap pemulihan.

Selain itu, dalam beberapa hari ini, air bersih sudah didistribusikan di Mamuju dan Majene yang disuplai dari sembilan unit mobil tangki PMI. Selain itu, tenaga medis.

“Sekarang masih dalam pendataan untuk mendistribusikan apa yang menjadi butuhan. Bantuan ada dari PMI dan ada juga dari donatur ang menitip bantuannya di PMI untuk disalurkan ke korban terdampak,” sebut Enny.

Enny mengaku, bantuan PMI tidak hanya datang dari Sulbar saja, melainkan juga datang dari PMI Sulteng, PMI Sulsel bahkan dari PMI Kota Solo, Jawa Tengah.

Enny Cek Kebutuhan Pengungsi

“Bantuan juga datang dari luar Sulbar, Sulsel, Sulteng bahkan juga dari Solo. Tim kesehatan dari Solo sudah berkolaborasi dengan dinas kesehatan, Polda Sulbar dan Korem,” sebut Enny yang juga Wagub Sulbar.

Sebelumnya, PMI menyuplai air bersih ke posko-posko pengungsian. Bahkan mengerahkan sembilan unit mobil tangki. Relawan PMI, Wahyudi mengatakan, telah berada di Mamuju sejak Selasa atau tiga hari pascabencana gempa 6,2 Majene.

Air bersih kepada korban terdampak diambil dari air PDAM Mamuju melalui salah satu instalasi perpipaan PDAM di Jl RE Martadinata. (m2)

Komentar

News Feed