oleh

Ekstradisi Maria Berhasil, Djoko Tjandra Lolos? Yasonna Dikritik

JAKARTA–Menkum HAM Yasonna Laoly telah mengekstradisi buronan pembobolan kas BNI Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa dari Serbia. Ekstradisi Maria dan Lolosnya Djoko Tjandra, Anggota DPR Peringatkan Yasonna, Tajam Maria selanjutnya akan menjalani proses hukum di Bareskrim Polri dengan status tersangka.

Namun demikian, anggota DPR Aboe Bakar Al Habsy juga mengkritik Yasonna terkait bebasnya buronan yang berstatus terpidana korupsi hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra ke luar masuk Indonesia.

Ekstradisi Maria Berhasil, Djoko Tjandra Lolos? Yasonna Dikritik

Politikus PKS itu memberikan koreksi dan kritik kepada Menteri Yasonna terkait bebasnya buronan Djoko Tjandra. “Saya lihat itu koreksi buat Menkum HAM Yasonna juga,” ungkapnya, Jumat 10 Juli.

Menurut Aboe, Djoko Tjandra dikabarkan sudah meninggalkan Indonesia usai membuat kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP, dan melakukan pendaftarkan upaya hukum peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Menurut dia, tim kuasa hukum Djoko Tjandra mengungkap saat ini buronan Kejaksaan Agung (Kejagung) itu sudah berada di Malaysia. Sementara, kata Aboe, anehnya Ditjen Imigrasi tidak merekam perlintasan masuk dan ke luarnya Djoko Tjandra.

“Ini kan aneh. Ada apa sebenarnya dengan Imigrasi kita,” tegasnya. Baca Juga: Penularan COVID-19 di Pabrik Unilever Bekasi Berasal dari… Aboe mengingatkan jangan sampai negara bisa dibuat mainan sama orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kalau soal perlintasan, kuncinya ada di Ditjen Imigrasi,” ujarnya. Oleh sebab itu, Aboe menyatakan bahwa Menkum HAM Yasonna perlu mengevaluasi sistem perlintasan.

“Jika sistemnya tak bermasalah, maka yang bermasalah sebenarnya pelaksana di lapangan,” sindirnya. (boy/jpnn)

Komentar

News Feed