oleh

Dugaan Korupsi Pasar Lakahang, Kejari Mamasa Tunggu Audit Kerugian Negara

MAMASA – Penyidikan dugaan korupsi pembangunan Pasar Lakahang Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa terus berjalan. Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa telah menaikkan status kasus dugaan korupsi tersebut dari penyelidikan ke penyidikan.

Kasus ini diusut Kejari Mamasa karena proyek pembangunan Pasar Lakahang mangrak. Padahal anggaran pembangunannya mencapai Rp5,4 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019.

Pengerjaan proyek Pasar Lakahang dimulai akhir tahun 2019 lalu tetapi ditengah jalan mengalami pemutusan kontrak. Karena pelaksana proyek tidak dapat diselesaikan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.

Sehingga sejak April 2021, Kejari Mamasa kemudian menyelidiki kasus tersebut berdasarkan laporan masyarakat.

Kejari Mamasa Kusuma Jaya Bulo mengungkapkan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Lakahang telah memeriksa sejumlah saksi. Penyidik Kejari Mamasa saat menunggu hasil audit resmi kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kami menunggu hasil audit BPK untuk menentukan kerugian negara atas mangkraknya pembangunan Pasar Lakahang,” terang Kusuma Jaya Bulo, Rabu 22 September.

Ia mengungkapkan penyidik Kejari Mamasa telah memeriksa 15 saksi unyuk dimintai keterangan terkait pembangunan Pasar Lakahang. Selain itu pihaknya telah melakukan ekspose kasus Pasar Lakahang ini, Selasa (21/9/2021).

Kajari enggan memberikan keterangan terkait poin penting penanganan kasus tersebut.

“Jadi harap maklum, kalau informasi siapa yang terlibat itu kami pending dulu, karena bocor nanti repot,” tambahnya. (*zul/mkb)

Komentar

News Feed