oleh

Dua Warga Asal Selandia Baru Terdampar di Pantai Paku

POLEWALI MANDAR–Dua orang warga asal Selandia Baru terdampar di Dusun Tete, Desa Paku, Kecamatan Binuang. Keduanya, bernama Sam Wilson dan Daniel Wilson, perahu kedua bersaudara rusak di tengah laut, hingga ditemukan nelayan asal Paku Binuang.

Nelayan Patman Pua Asa yang menolong kedua bersaudara itu, saat melaut mencari ikan. Ia, sempat heran ada perahu lain dari yang lain. Tidak seperti perahu para nelayan di Polewali Mandar. “Perahu saya semakin dekat dengan perahunya. Kemudian keduanya melambaikan tangannya ke saya. Karena penasaran akhirnya saya menghampiri perahu dua orang asing tersebut,” ujar Patman Pua Asa.

Mereka hanya bisa menggunakan bahasa isyarat. Dengan inisiatif Pua Asa, akhir kedua warga asing tersebut, diajak ke rumah Puang Asa. “Sampai di rumah, keduanya saya suruh mandi. Keseluruhan badannya penuh air asin. Makanan yang disiapkan mereka tidak mau makan. Mungkin tidak terbiasa dengan makanan kita,” tuturnya.

Pihak Imigrasi Polewali Mandar bersama aparat Kepolisian dari Satpolairut, Polsek Binuang, Pemerintah Desa Paku tiba di lokasi lalu memeriksa dokumen dari WNA tersebut. Kasi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polman Arief Febriansyah Sugiyono mengatakan, setelah menerima laporan dari masyarakat dan aparat Kepolisian setempat, pihaknya lalu menuju lokasi.

Dari hasil pemeriksaan dokumen berupa izin tinggal maupun dokumen perjalanan kedua WNA tersebut masih sah dan berlaku. “Kami juga sudah koordinasi dengan aparat keamanan terkait keamanannya dan kondisinya masih aman. Tadi kami juga sudah cek tiket perjalanannya sudah ada dibooking nanti tanggal 21 Juli keduanya kembali,” terang Arief Febriansyah Sugiyono.

Lanjutnya, dari hasil keterangan kedua warga asing tersebut ingin ke Pulau Pasir putih dan berwisata di Kabupaten Polman. Setelah ke Pasir Putih, lalu mengunjungi Tanah Toraja, lalu kembali ke Makassar, Bali dan kembali ke negara asalnya. “Kami hanya ingin menikmati pemandangan pasir putih Polman dan lautnya,” kata Sam Wilsom dalam Bahasa Inggris yang ditranslate oleh petugas Imigrasi.

Keduanya, mengaku dari Pantai Galesong Kabupaten Takalar, Sulsel, menuju Polman dengan menyisir daerah pesisir daratan Pulau Sulawesi menggunakan perahu Katinting. Karena cuaca buruk, keduanya lalu menepi untuk menyelamatkan diri.

Mereka tertarik untuk merasakan pesona pasir putih dan ombak perairan Teluk Mandar karena lebih hangat karena di negaranya cuaca disana lebih dingin dan cuaca sedang musim salju disana.

Sudah hampir dua pekan keduanya di Makassar, lalu mereka sudah berlayar namun hanya singgah dibeberapa tempat wisata disepanjang perairan yang dilaluinya. “Karena perahunya kecil mereka tidak berani terlalu jauh berlayar keluar, jadi hanya menyisir wilayah pesisir saja,” kata Arief Febriansyah Sugiyono.

Pihak Imigrasi melihat tidak ada dugaan ilegal fishing karena melihat dari perahu dan perlengkapan keduanya hanya membawa alat seadanya. Untuk bekal mereka sehari hari untuk bertahan hidup dan bukan untuk mencari ikan.

Sementara itu, Kanit Satintelkam Polres Polman Aipda Mokhtar mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan pada perahu WNA tersebut, petugas tidak menemukan barang atau benda yang mencurigakan dan membahayakan.(arf/mkb)

Komentar

News Feed