oleh

DPR Ingatkan Pentingnya Big Data Vaksinasi dan Bahaya Hoax

-Politik-1.528 views

JAKARTA – Indonesia saat ini tengah memerangi virus Covid-19 melalui program vaksinasi nasional. Sambil berjalannya program itu, banyak kabar bohong beredar di media sosial. Sehingga, harus ada cara untuk memerangi berita hoax itu.

Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengingatkan agar pemerintah dan BUMN penyelenggara vaksinasi untuk memerangi hoax seputar vaksin Covid-19. “Urusan vaksin ini sebenarnya kita sudah melihat bahwa Pemerintah RI serius, bersungguh-sungguh, tidak ada keinginan untuk mengorbankan rakyat Indonesia. Permasalahan kita soal vaksin ini adalah soal informasi hoax, ini yang paling berat,” kata Andre kepada wartawan, Senin (25/1).

Anggota Dewan Pembina Gerindra ini mengatakan banyak hoax bertebaran soal vaksin Covid-19. Dia mengungkap bahwa keluarganya kerap menerima pesan berisi hoax soal vaksin.

“Disebutkan di WA yang diterima istri saya, dokter spesialis ini menolak vaksin ini, atau ahli virus ini menolak vaksin ini, tapi sebenarnya nggak ada dokter atau ahli itu, ini yang bahaya dan harus kita perangi bersama,” ujarnya.

Karena itu ia meminta Kementerian BUMN dan Bio Farma bergerak lebih optimal untuk memerangi hoax seputar vaksin. Hoax soal vaksin, kata Andre, harus dibendung dengan sosialisasi yang lebih maksimal.

“Vaksin cacar pun kalau kita divaksin kita bisa kena cacar juga. Setidaknya Vaksin ini membangun imun kita, kalau kita dilaksanakan jika kita kena COVID-19, bisa OTG atau gejala ringan saja,” katanya.

“Karena itu kita harus bersama lawan hoax, sosialisasikan yang tepat. Vaksin ini bukan masalah ketidakmampuan vaksin kita, tapi informasi hoax yang berlebihan dan membahayakan bangsa dan negara,” sambungnya.

Selain soal hoax, Andre juga bicara soal pentingnya pemanfaatan data penduduk dalam proses vaksinasi ini. Andre meminta data vaksinasi ini dijadikan big data yang bisa dimanfaatkan untuk pemilu ataupun pemberian bantuan.

“Soal big data, vaksin ini kan untuk seluruh orang Indonesia. Tolong lah data itu untuk big data kita, supaya besok tidak ada lagi seperti di medsos ada orang tidak dapat bantuan, pemilu bermasalah, BLT bermasalah. Tolong data vaksin ini dipakai untuk bangsa dan negara,” pungkasnya. (jpg)

Komentar

News Feed