oleh

DPR Desak PLN Gratiskan Listrik Rumah Ibadah

JAKARTA – DPR RI mendesak PLN menggratiskan pembayaran tarif listrik bagi rumah ibadah. Seperti masjid, gereja, vihara, dan lainnya selama masa darurat COVID-19. Pasalnya, selama masa darurat ini, tempat ibadah diimbau menghentikan kegiatan yang melibatkan jamaah berjumlah besar.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengatakan, rumah ibadah tidak mendapat pemasukan berupa sumbangan dari jamaah sebagaimana hari biasanya. “Beberapa pengurus masjid sudah mulai kesulitan membiayai pembayaran biaya listrik bulanan. Umumnya mereka berharap PLN memberikan dispensasi khusus bagi pelanggan rumah ibadah selama masa darurat COVID-19,” ujar Mulyanto di Jakarta, Jumat (10/4).

Politisi F-PKS ini menilai PLN dapat mengajukan tambahan anggaran subsidi listrik kepada Pemerintah untuk menanggung biaya listrik rumah ibadah. Karena itu, dia berharap PLN dapat mempertimbangkan permintaan keringanan dan membantu meringankan beban para pengelola rumah ibadah.

Mulyanto mengingatkan melalui Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Pengelolaan Keuangan Negara untuk Penanggulangan COVID-19, Pemerintah diberi keleluasaan mengelola anggaran sebesar Rp 405,1 triliun untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul selama masa darurat. Dengan demikian, seharusnya pengeluaran biaya pokok rumah ibadah termasuk yang dapat ditanggung oleh negara. “Pemerintah jangan hanya mengalokasikan insentif bagi dunia usaha. Tetapi harus memikirkan juga keperluan pengelola rumah ibadah selama masa darurat Corona ini,” ucapnya.

Dalam kondisi tertentu rumah ibadah punya peran sangat penting dalam pemulihan mental dan spiritual masyarakat. Terutama dalam kondisi darurat COVID-19. Dia menilai, sangat wajar jika Pemerintah mengalokasikan anggaran bagi pengelola rumah ibadah.

Terpisah, Kementerian Agama sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengimbau masyarakat khususnya umat muslim melaksanakan segala ibadah di rumah dalam rangka menyambut dan selama bulan suci Ramadan 1441 Hijriah. Hal ini dinilai penting untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

“Dalam rangka berperang secara kolektif, berkontribusi memitigasi potensi persebaran COVID-19, Kemenag telah mengeluarkan sebuah pedoman untuk beribadah pada bulan suci ramadan,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin, di Jakarta, Jumat (10/4).

Seluruh umat Islam di Tanah Air diminta melaksanakan ibadah, baik salat maupun segala aktivitas terkait datangnya bulan suci Ramadan dilakukan di rumah. Artinya, mulai dari pelaksanaan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya dilaksanakan di rumah sesuai aturan fiqih. “Kita berharap buka bersama ditiadakan, salat tarawih dilaksanakan di rumah masing-masing. Kemudian peringatan nuzulul Quran juga ditiadakan. Begitu juga pelaksanaan tadarus di masjid ditiadakan,” paparnya.

Selain itu Pemerintah juga berharap pelaksanaan ibadah di rumah selama puasa tidak mengurangi kualitas sebagaimana ibadah di masjid. Sebab kondisinya memang sedang darurat. “Mudah-mudaan pelaksanaan ibadah di rumah masing-masing Insya Allah tidak mengurangi kualitas ibadah dan mengurangi pahala kita. Karena saat ini kondisinya darurat. Allah SWT Maha Tahu,” tukasnya.

Menurutnya, kebijakan pemerintah dalam kondisi dan situasi seperti ini berorientasi pada kemaslahatan. Sehingga masyarakat harus membantu dengan melaksanakannya dengan baik. “Karena ‘Tassarruf al-Imam ‘ala al-ra’iyyah manutun bi al-maslahah’. Kebijakan pemerintah terhadap rakyatnya tentu berorientasi pada kemaslahatan. Insya Allah,” urainya.

Selain soal peribadatan, masyarakat juga diharapkan terus mengikuti protokol kesehatan seiring dengan pencegahan COVID-19. Seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan physical distancing atau menjaga jarak ketika berada di tempat umum dalam beraktivitas. “Stay at home. Untuk kali ini kita melaksanakan ibadah di rumah dan tidak mudik menjelang Idul Fitri. Lakukan semuanya dengan disiplin. Jadilah pahlawan, lindungi diri sendiri dan orang lain,” pungkas Kamaruddin. (khf/fin/rh)

Komentar

News Feed