oleh

DPMD Sulbar Salurkan Tribako Program Marasa Untuk KPM di Kabupaten Majene

MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sulbar bersama Koordinator Pendamping Wilayah P3MD Sulbar melaksanakan monitoring Program Mandiri, Cerdas dan Sehat (Marasa) Tahun 2020 Provinsi Sulbar di Desa Sendana Kecamatan Sendana Kabupaten Majene Sabtu 28 November 2020.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pjs. Bupati Majene H. Muhammad Natsir bersama Pimpinan OPD terkait Kabupaten Majene, Camat serta Kepala Desa di Kecamatan Sendana, Unsur Babinsa dan Babinkantibmas Desa Sendana serta Keluarga Penerima Manfaat Tribako Padat Karya Paket Sembako Program Marasa 2020 dengan pendekatan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

DPMD Sulbar Salurkan Tribako Program Marasa Untuk KPM di Kabupaten Majene

Dalam sambutannya, Muhammad Natsir mengatakan, bahwa dimasa pandemi covid-19 ini ada tiga aspek utama pada Program Marasa yang akan digerakkan oleh pemerintah untuk melakukan bagaimana masyarakat bisa beraktifitas normal seperti belum adanya covid-19.

Pilar pertama adalah mandiri. Mandiri ini merupakan satu ukuran bagaimana kita akan menghidupkan kembali seluruh aspek kantong-kantong ekonomi untuk tetap bergerak. Karena pada akhirnya, mandiri ini adalah suatu proses perubahan masyarakat dari ketergantungan menjadi mandiri.

“Inilah yang akan dipacu oleh Program Marasa. Keunggulan-keunggulan kita yang ada di Desa Sendana ini perlu dioptimalkan sehingga nanti akan menambahkan daya ungkit perekonomian masyarakat desa sendana,” ujar Natsir.

Sedangkan, pilar kedua adalah cerdas. Cerdas ini mau tidak mau merupakan tugas wajib pemerintah baik provinsi maupun kabupaten. Kalau pada aspek pendidikan, ranah provinsi ada pada tingkatan SMA sederajat. Sementara kabupaten pada tataran pendidikan dasar. Tetapi, ini tidak bisa dilepaskan karena memiliki satu siklus atau mata rantai. Olehnya, provinsi harus tetap mensinkronkan program pendidikannya dengan program pendidikan di Kabupaten Majene yang menyandang gelar sebagai kota pendidikan di Sulbar.

“Tidak boleh provinsi hanya mengurusi SMA sederajat saja. Program pendidikan harus tetap disinkronkan dengan pendidikan tingkat dasar. Apalagi sistem pendidikan kita sampai 12 tahun, jadi sangat nyambung. Inilah yang akan dimainkan oleh Program Marasa,” ujarnya.

DPMD Sulbar Salurkan Tribako Program Marasa Untuk KPM di Kabupaten Majene
Kadis PMD Sulbar Muh. Jaun dan Pjs Bupati majene H. Muhammad Natsir bersama pimpinan OPD Kabupaten Majene dalam kegiatan monitoring dan penyaluran Tribako Program Marasa 2020.

Sementara itu, lanjut Natsir, pilar ketiga adalah kesehatan. Melalui dana Program Marasa diupayakan untuk memberikan bantuan bahan pokok melalui pendekatan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Dinas PMD Sulbar Muh. Jaun mengatakan, maksud kegiatan monitoring dan kunjungan ke wilayah desa lokus Marasa Tahun 2020, yaitu Penyaluran Tribako Program Marasa 2020 guna membantu penanganan Covid-19 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhak, sekaligus kembali mensosialisasikan Program Marasa Provinsi Sulbar di Desa Sendana Kecamatan.

Lebih lanjut, Muh. Jaun menuturkan, awalnya Program Marasa Provinsi Sulbar ini diinisiasi karena melihat kondisi desa berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2018 terdapat 437 desa atau 76 persen dari 575 desa di Sulbar termasuk dalam kategori tertinggal dan sangat tertinggal. Dengan adanya dana desa yang mulai bergulir sejak tahun 2015 juga belum bisa memberikan perubahan terhadap peningkatan status desa, sehingga melalui Program Marasa ini diharapkan dapat menjadi pola pembelajaran, utamanya terkait perencanaan yang didasarkan pada data dan permasalahan yang ada di desa.

Pembiayaan Program Marasa dilakukan melalui mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada desa, dimana desa menjalankan program ini dengan pola kewenangan yang ditugaskan oleh pemberi BKK dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang diatur dalam Petunjuk Teknis.

Dan karena dampak Pandemi Covid-19, sehingga kegiatan Program Marasa tahun ini juga terdampak refocusing kegiatan, yaitu 30 persen dari anggaran Program Marasa 2020 diarahkan untuk kegiatan Padat Karya Paket Sembako guna membantu penanganan Covid-19 kepada Keluarga Penerima Manfaat yang diutamakan kepada kaum perempuan dalam konteks keluarga.

“Kita berharap Pemerintah Kabupaten Majene dapat melakukan reflikasi terhadap Program Marasa dengan label program lainnya, seperti di Majene ini mungkin dikenal dengan Program MAMMIS,” harap Jaun.

Kepala Desa Sendana Aco Tasyrif menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sulbar yang telah memberikan dukungan anggaran melalui Program Marasa 2020 dan diarahkan untuk kegiatan penyaluran Tribako, Pengadaan atau Penyediaan Kwh dan sarana angkutan motor tiga roda.

“Saya sangat berterimakasih kepada Pemprov Sulbar atas bantuan yang diberikan melalui Program Marasa. Bantuan ini sangat berguna bagi masyarakat kami, khususnya Desa Sendana,” ujar Tasyrif saat menyampaikan sambutan. (ian)

Komentar

News Feed