oleh

Dosis Kedua Vaksin Covid-19 Disuntikkan, Dinkes Targetkan 1.662 Nakes

POLEWALI — Vaksinasi tahap pertama dosis kedua dilakukan bagi pejabat dan tokoh masyarakat dilakukan di Kantor Dinas Kesehatan Polewali Mandar, Selasa 16 Februari.

Vaksinasi dosis kedua ini diberikan dengan interval 14 hari sejak vaksinasi dosis pertama pada Selasa 2 Februari lalu. Tiap dosis, penerima mendapatkan vaksinasi Sinovac sebanyak 0,5 milliliter.

Pada launching vaksinasi dosis pertama Selasa 2 Februari lalu, ada 21 pejabat dan tokoh masyarakat yang divaksin. Mereka ini kembali menjalani vaksinasi dosis kedua. Tetapi yang hadir hanya 19 orang, ada dua orang yang berhalangan hadir tetapi akan divaksin dosis kedua bersamaan dengan tanaga kesehatan (Nakes) yang dimulai 17 Februari ini.

Dinas Kesehatan Polewali Mandar menargetkan vaksinasi tahap pertama dosis kedua ini akan diberikan kepada 1.662 Nakes. Tetapi jumlah ini akan bertambah karena ada revisi tata laksana pemberian vaksin terbaru dari Kemenkes. Bagi Nakes yang sempat tertunda pada vaksin dosis pertama akan kembali dipanggil untuk melakukan vaksin.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Polman, Haedar mengatakan sebanyak 2.726 Nakes di Polman memiliki e-tiket untuk sasaran vaksin. Tetapi saat vaksinasi tahap pertama dosis pertama hanya 1.662 Nakes yang divaksin. Karena ada 360 Nakes yang ditunda pemberian vaksin karena saat discreening tekanan darahnya melebih 140/90. Sementara yang tidak memenuhi syarat ada 540 Nakes karena penyitas Covid-19, menyusui, ibu hamil dan memiliki penyakit komorbid.

Pelaksanaan vaksinasi tahap pertama dosis pertama bagi Nakes tak ada kendala yang berarti. “Pemberian vaksin tahap pertama dosis pertama kami tergetkan sebanyak 1.590 Nakes. Alhamdulillah bisa melampaui target karena yang berhasil divaksin sebanyak 1.662 Nakes. Ini yang kami targetkan lagi untuk dosis kedua dan kemungkinan bertambah karena Nakes yang ditunda dosis pertama akan dipanggil kembali untuk menjalani vaksinasi,” terang Haedar.

Terkait adanya Nakes pasca diberikan vaksinasi mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) hanya bergejala ringan. Tidak ada Nakes pasca vaksinasi mengalami gejala berat semuanya bergejala ringan. Hanya ada satu Nakes sempat mendapatkan penanganan medis tetapi karena memiliki kecemasan tinggi. Tetapi setalah ditangani kondisinya membaik saat itu juga setelah beberapa jam menjalani vaksinasi.

“Kami berharap program vaksinasi Covid-19 ini berjalan lancar. Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung,” tandasnya.

Sementara salah seorang penerima vaksin dosis kedua, Hasanuddin mengaku tak memiliki gejala apapun pasca vaksin dosis pertama. Termasuk dosis kedua Ia tidak merasakan gejala apa apa.

“Pasca vaksin tidak ada ji perasaan lain lain, seperti biasa sebelum divaksin,” ujar Hasanuddin ditemui di Kantor Dinkes Polman Selasa kemarin.

Hal sama diungkapkan Pengawai Dinkes Polman, Syaiful yang telah menjalani vaksinasi dosis kedua. Ia mengaku hanya mengalami rasa ngantuk pasca vaksin setelah itu tidak ada gejala apapun. Menurutnya vaksin ini aman dan halal untuk mencegah penyebaran Covid-19. (mkb)

Komentar

News Feed