oleh

Dorong UMKM Miliki Legalitas Hukum

MATENG — Kementerian Hukum dan Hak Asazi Manusia (Kemenkumham) dorong pelaku usaha untuk memiliki badan usaha dan bentuk perseroan perorangan. Sehingga UMKM memiliki legalitas hukum. 

Untuk memberikan pemahaman terkait hal ini, Kemenkumham Sulbar menggelar acara sosialisasi layanan Administrasi Hukum Umum (AHU) di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Selasa 7 September.

Pembahasannya terkait pelaksanaan pendaftaran perseroan perorangan yang memenuhi kriteria untuk Usaha Mikro Kecil guna menciptakan kemudahan berusaha bagi masyarakat.

Kadiv Yankum Kemenkumham Sulbar Alexander Palti mengatakan, pemerintah saat ini telah melakukan berbagai upaya menciptakan dan memperluas lapangan kerja untuk menurunkan jumlah pengangguran, menampung pekerja baru serta mendorong pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) dengan tujuan meningkatkan perekonomian nasional yang akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Salah satu upaya untuk menciptakan dan memperluas lapangan kerja di Indonesia adalah dengan membentuk Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” ujarnya.

Alexander menambahkan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja mengatur ketentuan mengenai perseroan yang memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil yang dapat didirikan baik oleh 2 orang atau lebih maupun oleh 1 orang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan peringkat kemudahan berusaha serta daya saing perorangan.

“Perseroan yang dapat didirikan oleh 1 (satu) orang merupakan hal baru bagi dunia usaha di Indonesia, yang kemudian disebut sebagai perseroan perorangan,” ujarnya.

Alexander menjelaskan beberapa kelebihan perseroan perorangan antara lain adalah, konsep perusahaan dengan tanggung jawab terbatas merupakan bentuk badan hukum yang memberikan perlindungan hukum kepada para pelaku usaha melalui pemisahan kekayaan pribadi dan perusahaan dalam bentuk pernyataan, sekaligus memudahkan para pelaku usaha dalam mengakses pembiayaan dari perbankan.

“Hadirnya perusahaan perorangan, angkatan kerja kita diharapkan dapat mengubah pola pikir dan lebih percaya diri untuk menjadi pelaku usaha dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” bebernya.

Alexander berharap, UMKM yang ada di Sulbar dapat bertransformasi menjadi badan usaha berbadan hukum agar fondasi usaha yang dimiliki akan semakin kuat.

“Saya mengajak kita untuk terus menggali potensi-potensi industri di Sulbar khususnya di Kabupaten Majene ini sehingga pada akhirnya dapat juga bersaing dengan industri nasional bahkan dunia,” tutupnya.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini, yaitu, Kadiv Yankum Kemenkumham Sulbar Alexander Palti, Asisten III Mateng Colleng Sulaiman, Akademisi Universitas Muhammadiyah Suryansyah dan Kabid Pelayanan Kemenkumham Sulbar Abdullah. (ian)

Komentar

News Feed