oleh

Disdikpora Mamuju Rencanakan Kurikulum Darurat

MAMUJU – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Mamuju berencana menerapkan kurikulum darurat dalam menunjang pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Teknis pelaksanaan kurikulum darurat sudah diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Sejauh ini proses penerapan kurikulum darurat tersebut sementara dalam pengkajian.

Kepala Disdikpora Mamuju, Murniani mengatakan, penyusunan kurikulum darurat sudah dalam proses. Kurikulum tersebut bakal digunakan dalam proses belajar mengajar, baik Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Sementara kami menyusun (kurikulum darurat, red) untuk semua mata pelajaran. Dalam penyusunannya, kita libatkan dewan pendidikan, pengawas sekolah dan tim LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, red) dan dosen serta akademisi lainnya dan juga NGO,” kata Murinai.

Murniani menyebutkan, kurikulum darurat bukan hal baru dalam dunia pendidikan, meski penerapannya hanya dilakukan dalam kondisi tertentu saja.

“Kita libatkan juga ada dosen dari Palu, Sulteng. Kita targetkan dalam satu pekan ini kajian kurikulum darurat sudah bisa diselesaikan, karena sudah dua pekan pembahasan,” jelas Murniani.

Murniani mengaku, nantinya ada beberapa sekolah di Mamuju bakal dijadikan sebagai percontohan sekolah yang menerapkan kurikulum darurat. Tenaga pengajar yang mengajar di sekolah tersebut juga dilibatkan dalam penyusunan kurikulum darurat.

“Sekolah percontohan ada 13 atau 33 sekolah, saya agak lupa tapi sekitar itu, baik SD atau SMP,” sebutnya.

Saat ini, lanjut Murniani, pihaknya juga sedang mempelajari imbauan Presiden RI Joko Widodo terkait pemberlakuan PTM di daerah yang menerapkan PPKM Level 3.

“Kemarin juga kita sudah komunikasikan dengan Dinkes Mamuju, terkait zona penyebaran Covid-19 di Mamuju. Kalau dibolehkan, kita tatap muka,” terangnya. (ajs/jsm)

Komentar

News Feed