oleh

Disdikbud Polman Tunda Pembelajaran Tatap Muka

POLEWALI – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya akan digelar mulai awal semester dua, Senin 4 Januari 2021, ditunda. Penundaan ini karena melihat angka positif Covid-19 mengalami peningkatan. Itu sebabnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Polewali Mandar (Polman) menunda pembelajaran tatap muka sampai waktu dinyatakan aman dari penyebaran Covid-19.

Kepala Disdikbud Polewali Mandar, Andi Nursami Masdar saat dikonfirmasi Minggu lalu memastikan PTM ditunda. Awalnya, kata dia, berdasarkan kalender pendidikan tahun pengajaran 2020/2021, PTM semester dua akan dilaksanakan Senin 4 Januari 2021. PTM tersebut direncanakan tatap muka sesuai hasil rapat virtual dengan Bupati Polman dengan jajaran Disdikbud, sekolah, pengawas pendidikan. Namun melihat kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Polewali Mandar sehingga belum memungkinkan untuk proses pembelajaran tatap muka di depan kelas.

Disdikbud Polman Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Andi Nursami menambahkan penyelenggaraan pendidikan semester genap ini dilakukan dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring) atau pun sistem luar jaringan (luring). Menurutnya, tenaga pendidik tetap hadir ke sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Jadi untuk belajar tatap muka saat ini masih ditunda, sampai pemberitahuan selanjutnya dengan memperhatikan perkembangan sebaran Covid-19 di Polewali Mandar,” jelas Andi Nursami.

Meski pun demikian, masing-masing satuan pendidikan diminta melengkapi sarana dan prasarana sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) standar protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih.

“Kami tentunya tetap monitor dan mengawasi pelaksanaan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Sehingga meminta kepada para pengawas, penilik untuk tetap memantau proses pembelajaran daring atau luring di hari pertama masuk sekolah,” ujar mantan Kadis Pemuda Olahraga Pariwisata (Dispop) Polman ini.

Ia menambahkan awalnya, akan membuka PTM untuk kecamatan yang zona hijau, tetapi melihat perkembangan hampir seluruh kecamatan di Polman masuk zona merah sehingga membatalkan pembukaan sekolah dengan pembelajaran tatap muka.

“Penundaan proses belajar mengajar melalui tatap muka dilakukan sampai betul- betul virus Corona dalam status aman, tidak ada lagi penyebaran,” tandasnya.

Terpisah Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar juga membenarkan pembelajaran tatap muka ditunda hingga melihat perkembangan Covid-19 di Polewali Mandar. Ia berharap warga Polman patuh akan imbauan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Tentunya jika warga patuh terhadap protokol kesehatan maka penyebaran korona dapat ditekan. Jika kasus sudah melandai dan tidak ada lagi baru kita berpikir untuk membuka proses pembelajaran tatap muka,” tambahnya.

Sementara beberapa sekolah di Polewali Mandar menyatakan tetap akan mematuhi kebijakan dan arahan dari pemerintah daerah. Hal ini dikatakan Kepala SMPN 4 Polewali, Kamaluddin Yasin, sekalipun sebelumnya telah merencanakan tatap muka di Januari 2021 ini, tetapi karena ada penundaan sehingga kembali dilakukan pembelajaran daring.

“Meski kami sudah siap, tapi sangat memprioritaskan kesehatan bukan hanya untuk siswa tapi tapi untuk semua mayarakat. Mari kita saling menjaga kesehatan dengan selalu menerapkan gerakan disiplin 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tandas Kamaluddin Yasin. (mkb)

Komentar

News Feed