oleh

Disdikbud Gelar Rakor Evaluasi DAK Bersama Satuan Pendidikan

MAMUJU – Guna mempercepat penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik swakelola SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar menggelar rapat koordinasi dan evaluasi akhir pelaksanaan DAK fisik di Grand Maleo Hotel Mamuju, Rabu, 18 Desember 2019.

Tujuannya, sebagai evaluasi akhir seluruh pelaksanaan kegiatan DAK Fisik swakelola tahap I, II dan III. Selain itu, penyusunan laporan progress fisik tahap III serta pencatatan aset terhadap bantuan DAK Bidang SMK tahun 2019 di satuan pendidikan.

Kepala Disdikbud Sulbar Aripuddin mengatakan, kegiatan ini merupakan forum pertemuan antara Disdikbud Sulbar dan satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan DAK fisik tahun 2019 untuk mempersiapkan dan menyusun laporan pelaksanaan kegiatan atau pekerjaan tahap III.

“Rakor ini sangat penting dilaksanakan agar kepala sekolah selaku pelaksana dilapangan bisa memberikan masukan-masukan kepada kita. Selain itu, disini mereka juga diberikan pengetahuan terkait pengelolaan DAK agar tepat sasaran dan selesai tepat waktu,” ujarnya dihadapan 88 peserta dari sekolah SMK yang mendapatkan DAK fisik 2019.

Ia menambahkan, DAK fisik subbidang pendidikan SMK 2019 yang dikerjakan secara swakelola mendapat anggaran sebesar Rp. 38.2 miliar lebih.

Anggaran tersebut di alokasikan ke 59 SMK di Sulbar untuk pembangunan Rencana Pembangunan Semester (RPS) sektor unggulan ketahanan pangan, sektor unggulan industri kreatif, sektor unggulan ketahanan energi dan RPS SMK antar wilayah. Selain itu, pembangunan ruang kelas, laboratorium, toilet, rehabilitasi ruang belajar serta rehabilitasi toilet.

“DAK sebesar 38 M ini sangat seksi. Banyak mata yang menyoroti anggaran tersebut. Olehnya, kalian harus mengelolanya dengan baik. Jangan sampai ada dari dana tersebut yang di salah gunakan. Dan jangan sampai pengerjaannya melebihi dari batas yang sudah ditentukan,” ujarnya.

“Jika dananya tidak habis dalam kurun waktu yang disepakati, maka harus dikembalikan. Jangan dipaksakan habis seratus persen sementara kondisinya tidak sesuai,” ujarnya.

Arifuddin berharap pembangunan dan pengembangan prasarana dan pengadaan sarana SMK bisa selesai tepat waktu agar dirasakan manfaatnya bagi siswa sebagai fasilitas penunjang untuk mereka lebih berkreasi dan berinovasi.

“Saya berharap, rakor ini menghasilkan suatu hasil yang bermanfaat dan menghindarkan kita dari permasalahan yang tidak diinginkan,” tutupnya. (ian/rs)

Komentar

News Feed