oleh

Disdagperinkop Sulbar Sosialisasikan Aplikasi PADI

MAMUJU — Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop) Sulbar menggelar sosialisasi aplikasi database berbasis android di Hotel Matos Mamuju, Selasa, 22 Desember 2020.

Sosialisasi aplikasi yang diberi nama Portal Data Industri (PADI) ini, diikuti puluhan peserta dari enam kabupaten se-Sulbar, khususnya di bidang perindustrian kabupaten.

Kabid Industri Muhammad Akbar Atjo mengatakan, sosialisasi ini terkait aplikasi database berbasis android. Aplikasi ini terbentuk atas permintaan Kadis Disdagperinkop Sulbar yang menginginkan adanya aplikasi yang bisa memudahkan para pelaku UKM dan IKM mendapatkan informasi terkait perindustrian. Hebatnya, aplikasi ini bisa diakses melalui HP android yang saat ini sudah dimiliki hampir semua masyarakat, terutama pelaku UKM dan IKM.

“Sistem aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem database. Tapi ada fungsi ganda. Pertama, bisa digunakan sebagai sarana promosi produk dan jadi sarana penghubung kebutuhan antar pelaku UKM dan IKM. Misalnya, di Kabupaten Mamuju ada kelompok IKM yang membuat roti sagu, kemudian di Kabupaten Polman ada IKM yang membuat tepung sagu. Maka didalam aplikasi ini, mereka bisa saling terhubung untuk saling mensupport kebutuhan produk,” ujarnya.

Dalam forum ini, peserta juga dimintai masukan terkait apa yang harus dikembangkan dalam aplikasi ini. Setelah itu baru aplikasi ini akan resmi digunakan untuk para pelaku UKM dan IKM di Sulbar. Aplikasi ini juga bisa diinstal oleh para pelaku UKM dan IKM daerah lain. Mereka bisa mendapat informasi terkait apa saja produk yang dimiliki UKM dan IKM Sulbar. Ini juga akan membuka peluang UKM dan IKM kita untuk bekerjasama dengan provinsi lainnya.

“Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan pelaku UKM dan IKM terkait apa kebutuhan pelaku UKM dan IKM. Misalnya, pengajuan proposal juga bisa dilakukan melalui aplikasi ini. Jadi aplikasi ini multi fungsi terkait kebutuhan pembinaan dan komunikasi kita terhadap IKM selain database data IKM,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdagperinkop dan UKM Sulbar Amir Maricar berharap agar aplikasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku UKM dan IKM. Aplikasi ini tidak hanya dijadikan sebagai penggugur kewajiban saja. Tapi aplikasi ini harus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mempromosikan produk yang dihasilkan oleh IKM Sulbar.

“Saya berharap supaya aplikasi ini tetap kita kembangkan. Data yang ada harus tetap diupdate. Kalau bisa setiap bulan ada data baru yang di munculkan diaplikasi ini. Tak hanya itu, pelaku IKM baru yang mau dibentuk juga bisa melampirkan data-data terkait legalitas usaha dan lainnya,” ujarnya.

Amir menginginkan, aplikasi ini bisa menjadi satu-satunya sumber data yang ada di sulbar untuk bidang industri. Aplikasi ini harus digunakan oleh enam kabupaten se-Sulbar. Kabupaten tidak perlu lagi menciptakan aplikasi yang lain, tapi harus mengikuti aplikasi ini. Jadi data kabupaten bisa langsung konek di data provinsi sehingga data yang dimiliki antara kabupaten dan provinsi sama, tidak ada perbedaan.

“Seperti kejadian sebelumnya, pada saat kita ingin memberikan bantuan modal kepada pelaku usaha UKM dan IKM di Sulbar, kita kewalahan dalam hal kesiapan data. Butuh waktu yang cukup lama untuk mendapatkan semua data pelaku IKM karena kita harus turun kelapangan untuk dilakukan verifikasi baru bisa di berikan bantuan. Dengan adanya aplikasi PADI ini, kita berharap permasalahan terkait data bisa teratasi,” ujarnya.

Aplikasi ini juga diharapkan dapat memberi kemudahan bagi para investor untuk memantau produk IKM dan UKM yang ada di Sulbar. Cukup dengan menginstal aplikasinya, mereka sudah bisa mendapatkan informasi yang diinginkan.

Jadi orang yang mau mengetahui tentang Sulbar tidak perlu datang ke Sulbar, cukup dengan aplikasi ini mereka sudah bisa mendapatkan informasi terkait perindustrian Sulbar, termasuk juga potensi lainnya. Ini juga akan memudahkan investor untuk memantau potensi perindustrian Sulbar.

“Saya berharap agar seluruh peserta mewakili enam kabupaten untuk senantiasa mengupdate data-data IKM terkait industri yang ada di kabupaten masing-masing demi untuk kebaikan Provinsi Sulbar kedepan,” tutupnya. (ian)

Komentar

News Feed