oleh

Disdagperinkop dan UKM Sulbar Berikan Pelatihan Bagi Pengurus Koperasi

MAMUJU – Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop dan UKM) Sulbar menggelar pelatihan manajemen pengelolaan koperasi bagi pengurus koperasi Sulbar angkatan I di Hotel Marannu Mamuju, Jumat 28 Agustus 2020.

Tujuannya, untuk membangun sinergitas antara pengurus koperasi dan pemerintah dalam mewujudkan koperasi yang modern dengan penataan kembali manajemen koperasi dengan peningkatan kualitas SDM pengurus. Selain itu, untuk menyediakan sarana komunikasi dan penjelasan tentang teknik pengelolaan koperasi sehingga bisa diandalkan dalam perekonomian di segala kondisi dengan tetap mengedepankan asas keadilan dan gotong royong antar pengurus koperasi.

Asisten II Pemprov Sulbar DR. Junda Maulana mengatakan, koperasi dibentuk untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi anggota koperasi. Olehnya, kegiatan ini sangat penting bagi kita semua untuk menggalakkan koperasi. Koperasi sangat tepat untuk menggerakkan roda ekonomi yang membantu masyarakat, dan anggota koperasi untuk bisa keluar dari persoalan ekonomi yang ada.

“Prinsip koperasi untuk menyelesaikan masalah. Diforum ini, segala permasalahan yang dihadapi dilapangan harus kita sampaikan untuk dicarikan solusinya secara bersama-sama. Jika kita tidak menggerakkan perkoperasian mulai sekarang, bisa jadi akan mati. Olehnya, diharapkan koperasi yang ada disulbar bisa aktif kembali dan bisa membantu pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan,” ujarnya dihadapan 30 orang peserta dari enam kabupaten se-Sulbar.

Ia juga mengajak semua pihak untuk memikirkan bagaimana koperasi di Sulbar bisa berjalan dengan baik.

“Pemerintah punya peran bagi peningkatan koperasi dengan memberikan support kepada pengurus koperasi agar bisa berjalan dengan baik. Olehnya forum ini kita harus manfaatkan untuk menyelesaikan permasalahan yang membuat koperasi menjadi stagnan,” ujarnya.

Kepala Disperidagkop dan UKM Sulbar Amir Maricar mengatakan, kegiatan ini harusnya sudah berjalan pada bulan Mei, namun karena kondisi pandemi covid-19 maka di undur hingga bulan Agustus 2020. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengedepankan protokol covid-19.
“Karena corona, kegiatan ini kita laksanakan menjadi dua angkatan. Padahal seharusnya kegiatan ini hanya satu angkatan yang diikuti 60 orang pengurus koperasi, namun karena kita harus mengikuti protokol covid-19, maka dilaksanakan menjadi dua angkatan. Satu angkatan diikuti 30 orang,” ujarnya.

Amir berharap, pelatihan ini menjadi wadah untuk mendiskusikan secara teknis cara peningkatan kapasitas pengurus koperasi dengan meningkatkan pengetahuan manajemen dan teknologi sehingga menjadi SDM yang andal sebagai penggerak utama perkoperasian, melalui rapat anggota koperasi yang sangat berperan dalam fungsi perencanaan, peorganisasian, pengarahan dan pengendalian di koperasi masing-masing untuk mempercepat proses revitalisasi koperasi yang mandiri, maju dan produktif.

“Kita juga berharap, melalui kegiatan ini, pengurus koperasi bisa menumbuhkan semangat perkoperasian yang sesuai dengan visi misi tujuan dasar koperasi sehingga memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan dan pelaksanaan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat di Sulbar,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Koperasi Rini Lukitasari berpesan agar pengurus koperasi terus membangun komunikasi terkait kendala-kendala yang dihadapi koperasi di daerah, agar pihaknya mengetahui dan bisa mencarikan solusinya.

Selain itu, Ia meminta agar pengurus koperasi bisa mengimplementasikan materi yang telah disampaikan narasumber terkait cara pengelolaan dan pengembangan koperasi yang benar.

“Kami berharap kalian aktif mengkomunikasikan permasalahan yang dihadapi. Tapi, kalian juga terus membangun komunikasi dengan Disperindagkopdan UKM kabupaten. Karena sumber utama kami terkait data perkoperasian dari kabupaten,” ujarnya saat menutup kegiatan. (ian/)

Komentar

News Feed