oleh

Dinsos Sebut Peran Relawan Sangat Vital

MAMUJU – Sebagian pengungsi mulai pulih dan memindahkan dapur mereka dari tenda pengungsian ke rumah mereka. Saat ini, tersisa 17 ribu penyintas gempa yang masih berada di pengungsian.

Kepala Dinas Sosial (Dinsoa) Sulbar Bau Akram Dai mengatakan, mulai pada masa tanggap darurat dan di masa transisi, pihaknya melayani pengungsi dengan memaksimalkan dapur umum di sejumlah titik. Namun ia berterima kasih kepada para relawan, sebab pelayanan itu tidak akan maksimal tanpa bantuan mereka.

Dinsos Sebut Peran Relawan Sangat Vital

“Kami mengapresiasi Tagana dari Sulsel, Sulteng, Gorontalo, dan Sultra, serta relawan lainnya. Mereka banyak membantu kami dalam di dapur umum,” tutur Bau Akram, Senin 1 Maret 2021.

Tak hanya di dapur umum, Dinsos juga fokus dalam memberikan bantuan, termasuk persoalan santuanan serta menjalankan psikososial. Itu juga tidak lepas dari bantuan relawan.

“Begitu juga para relawan yang telah berperan aktif dipengungsian Mamuju dan Majene yang membantu di bidang psikososial atau trauma healing,” ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan, suatu kesukuran sebab dalam kondisi kebencanaan provinsi masih dapat melakukan pelayanan dan melakukan langkah cepat berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendirikan posko pelayanan di Kantor Gubernur Sulbar.

Meski sebenarnya Pemprov Sulbar pun terdampak, dan sejumlah pelayanan sempat lumpuh. Beruntung banyak kepedulian dari berbagai pihak, termasuk relawan dari provinsi lain di Indonesia, itu membuktikan telah terbangun hubungan yang baik antara Sulbar dengan daerah lain.

“Kita harapkan kerja sama dengan daerah lain ini berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi kebencanaan,” tutur Ali. (imr)

Komentar

News Feed