oleh

Dilantik Pakai Baju Adat, Sebagai Bentuk Kritikan

PASANGKAYU–Tampil beda. Sekaligus kritikan. Mirwan anggota DPRD Pasangkayu, Sulawesi Barat, mengenakan pakaian adat saat dilantik, Selasa 27 Agustus. Sedang, 29 anggota DPRD yang dilantik itu, rata-rata mengenakan jas.

“Dipelantikan kali ini saya memakai baju adat khas Sulawesi. Tapi bukan berarti saya tidak memiliki jas. Ini adalah bentuk kritikan kepada sekretariat DPRD yang lambat bergerak dalam proses penjahitan jas anggota DPRD yang anggarannya sudah disiapkan, plus dengan pin emas,” jelas anggota DPRD dari Partai Hanura Dapil Pasangkayu III itu.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Pasangkayu periode 2019-2024 di ruang Paripurna berlangsung khidmat. Pengambilan sumpah jabatan para legislator ini dipandu Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pasangkayu I Gusti Ngurah Agung Aryanta.

Mirwan, sangat menyesalkan pejahitan jas para anggota dewan di luar Kabupaten Pasangkayu. Ia, menyesalkan sekretariat DPRD, lantaran tidak memanfaatkan penjahit daerah Pasangkayu. “Saya tidak juga kenal siapa tukan jahitnya. Karena hampir tiap tahun pengadaan jas. Penjahit itu semua dari luar daerah, yang saya heran penjahit berjejeran di Pasangkayu tapi selalunya orang luar yang jahit,” sebutnya.

Maka dari itu, sambung Mirwan, kedepan kebijakan soal penggunaan jasa dalam desainer jas angggota dewan harus mengutamakan pelaku usaha dalam daerah. Karena hasilnya tidak jauh berbeda dan malah lebih bagus buatan tukang jahit di Pasangkayu. (r3)

Komentar

News Feed