oleh

Diharap Berkontribusi Positif Bagi Pembangunan MAMUJU —

MAMUJU — Meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan serta mutu pelayanan harus terus diupayakan demi mencapai SDM Indonesia yang berkualitas.

Arah kebijakan RPJMN bidang kesehatan 2020-2024 adalah meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta.

Terutama penguatan pelayanan kesehatan dasar dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif, didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Menurut Dirjen Yankes Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Prof. Abd Kadir, agenda pembangunan peningkatan SDM berkualitas dan berdaya saing harus dimulai dari beberapa aspek.

Diantaranya; peningkatan kesehatan ibu dan anak, percepatan perbaikan gizi masyarakat, peningkatan pengendalian penyakit, pembudayaan gerakan masyarakat hidup sehat, serta penguatan sistem kesehatan.

Diharap Berkontribusi Positif Bagi Pembangunan MAMUJU --
Dirjen Yankes Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Prof. Abd Kadir menyampaikan arahan terkait cara pembangunan SDM kesehatan yang unggul secara daring.–Darman Tajuddin/Radar Sulbar–

“Saat ini kita berada di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dimana kemungkinan besar dalam waktu yang tidak terlalu lama, dokter-dokter asing, tenaga kesehatan asing yang akan masuk ke Indonesia,” jelasnya dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Raker Kesda) 2020, pada 23 November.

“Mereka merupakan tenaga kesehatan yang ahli di bidang kesehatan dan mampu mengoperasikan peralatan kesehatan melalui IT atau digitalisasi yang saat ini gencar digunakan di bidang kesehatan. Ini menjadi masalah bagi tenaga kesehatan kita. Apakah tenaga kesehatan kita mampu bersaing dengan tenaga-tenaga kesehatan asing yang akan masuk. Oleh sebab itu, kita harus menyiapkan SDM yang berkualitas mulai sekarang,” imbuhnya saat menyampaikan arahan secara daring.

Raker dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar sekaligus mengevaluasi program P2T pembinaan wilayah Provinsi Sulbar.

Agenda di Hotel Matos Mamuju ini, mengangkat tema “SDM Unggul SulbarMaju Malaqbiq”, dan menghadirkan para Direktur P2T Kementerian Kesehatan RI bersama rombongan, pimpinan dinas kesehatan enam kabupaten se-Sulbar, serta perwakilan puskesmas dan rumah sakit.

Prof. Abd Kadir melanjutkan, untuk mencapai SDM Indonesia yang berkualitas harus dimulai dari pola hidup yang sehat.

Menjadi sehat, harus memiliki paradigma sehat melalui gerakan masyarakat sehat dan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM). Selain itu, penguatan pelayanan kesehatan melalui peningkatan sarana dan prasarana, pendayagunaan dokter dan lainnya.

“Mencapai target sektor kesehatan maka yang perlu dilakukan adalah penguatan dalam pelayanan kesehatan. Olehnya, kita harus bersama-sama berfikir dengan menetapkan lokus-lokus permasalahan kesehatan. Kita harus meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan dan meningkatkakan mutu pelayanan,” ujarnya.

Asisten II Pemprov Sulbar, Junda Maulana mengatakan, Indek Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sulbar saat ini berada pada angka 65,73 poin, sedangkan nasional sudah berada pada angka 71,92 poin.

IPM ini salah satunya dipengaruhi oleh angka harapan hidup. Saat ini, angka harapan hidup Sulbar berada pada angka 64,82 tahun sedangkan nasional di angka 71,34 tahun.

“Banyak hal yang perlu kita benahi dalam meningkatkan angka harapan hidup kita khususnya disektor kesehatan, yakni angka stunting, gizi buruk dan kematian ibu dan bayi, kematian anak dan lainnya. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu strategi bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat disamping meningkatkan kinerja pelayanan-pelayanan khususnya di bidang kesehatan,” paparnya.

Dijelaskan, mengacu pada visi Sulbar Maju dan Malaqbiq, maka mengandung dua pengertian besar. Kata Maju mengandung penegertian bahwa daerah ini maju sejajar dengan provinsi-provinsi di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi. Sulbar bisa berdiri sejajar dalam karakteristik kemajuan kita sebagai masyarakat Sulbar.

Sedangkan kata malaqbiq terkait tentang kemanuasiaannya. Berbicara tentang masyarakat, bagaimana masyarakatnya malaqbiq, sehat, cerdas dan sejahtera.

“Itulah arti kata Maju dan Malaqbiq yang akan kita wujudkan. Sehingga tema ini dianggap sangat cocok dimana situasi dan kondisi Sulbar dalam sektor kesehatan masih mengalami kekurangan-kekurangan dalam sumber daya kesehatan. Kita masih minim baik kuantitas maupun kualitas,” jelasnya.

Junda menegaskan, Raker Kesda harus mempunyai target yang besar dan menghasilkan output sesuai target yang diharapkan. Bukan sebatas seremonial, namun harus benar-benar dapat diimplementasikan dan dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap pembangunan di Sulbar khususnya bidang kesehatan.

“Adanya kegiatan yang dilaksanakan secara terpadu tentu sangat tepat dan ideal yang harapannya dapat menghasilkan ide, reaksi, rencana aksi daerah yang menjabarkan dan dapat menyentuh masyarakat di level desa yang kita tahu bersama bahwa permasalahan inti di Sulbar ada pada masyarakat desa,” kata Junda.

Kepala Dinkes Sulbar, Muhammad Alief Satria Lahmuddin mengatakan, kegiatan ini untuk mengevaluasi hasil kerja Dinkes selama ini terutama pada aspek pencegahan penyakit. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi pedoman kita untuk membuat strategi-strategi didalam melakukan penyelesaian masalah terhadap persoalan kesehatan yang sangat bervariasi di Sulbar.

“Hasil evaluasi ini akan membuat saya bisa mengambil langkah selanjutnya. Dimana kelemahan kita terhadap program yang kita implementasikan selama ini. Kalau tidak maksimal, kenapa bisa tidak maksimal dan apa masalahnya. Begitu juga program yang sudah membaik akan kita tingkatkan,” terang Muhammad Alief.

Saat ini, lanjut Alief, permasalahan mendasar yang dihadapi adalah kualitas SDM Sulbar yang kurang memadai. Sehingga perlu adanya pembinaan internal Dinkes yang perlu diperkuat.

“Saya sudah membicarakan dengan beberapa petinggi kesehatan untuk membina SDM di internal Dinkes untuk bisa lebih maju dan sejajar dengan SDM

kesehatan di provinsi maju di Indonesia. Kita berharap dengan adanya forum ini, permasalahan terkait rendahnya kualitas SDM Dinkes di Sulbar bisa mendapatkan solusi,” pungkasnya. (ian/rul)

Komentar

News Feed