oleh

Diduga Terlibat Politik Praktis, Bawaslu Minta Klarifikasi Dua ASN

PASANGKAYU – Tahapan Pilkada Pasangkayu sudah running. Di tengah perjalanan, Bawaslu Pasangkayu menerima aduan dugaan ASN yang berafiliasi atau terlibat terlibat politik praktis.

Ketua Bawaslu Pasangkayu Ardi Trisandi mengatakan, ASN tersebut masing-masing berinisial MH dan BD. Keduanya telah disurati untuk menyampaikan klarifikasi.

Surat pemanggilan itu, lanjutnya, pihaknya telah melakukan penelusuran dan investigasi sebagimana diatur dalam Perbawaslu Nomor 14 Tahun 2017.

Selain itu, pemanggilan kepada dua orang ASN tersebut, telah melalui hasil rapat plene dan dinyatakan telah memenuhi syarat formil serta materil menjadi sebuah temuan, dengan nomor registrasi 002/TM/PB/30.03/I/2020 dan 002/TM/PB/30.03/I/2020.

“Kemarin kami kembali mengirimkan undangan klarifikasi kedua kepada saudara MH dan BD selaku terlapor untuk memberikan keterangan hari ini (Kemarin, red), karena pemanggilan pertama tidak dipenuhi oleh terlapor,” terang Ardi Trisandi, Senin 13 Januari.

Sejauh ini Bawaslu baru mendapatkan klarifikasi dari MH, sementara BD mangkir dari panggilan. “Kami akan periksa lagi beberapa orang saksi terkait terlapor BD dan setelah itu akan kami panggil lagi yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi,” ungkap Ardi.

Ardi menambahkan, kasus ini ditangani paling lama lima hari sebagaimana diatur dalam pasal 18 Perbawaslu Nomor 14 tahun 2017.

Waktu penanganan pelanggaran berbeda dengan Pemilu 2019 kemarin. Pada Pilkada, Bawaslu hanya memiliki waktu tiga hari sejak temuan diregistrasi dan dapat ditambah dua hari jika dibutuhkan keterangan tambahan,” pungkasnya. (asp/ham)

Komentar

News Feed