oleh

Diduga Penculik Anak, Perempuan Renta Nyaris Diamuk Massa

MAJENE – Warga Majene digegerkan kabar penangkapan seorang penculik anak di Kecamatan Pamboang, Kamis (30/1). Bahkan beberapa video amatir terkait penangkapan terduga, tersebar dengan cepat di media sosial.

Dalam rekaman video terlihat ibu setengah baya, dengan tangan terikat ke belakang, diarak sekelompok warga di jalan Trans Sulawesi. Perempuan tua yang mengenakan baju bercorak hitam putih dan celana hitam itu, sesekali meronta ingin melepaskan diri. Namun pegangan kedua lelaki kekar disampingnya, membuat perempuan bertubuh kurus itu tak berdaya.

Pengendara yang melintas sontak berhenti dan turut mengabadikan pemandangan tak lazim itu.

Mereka merekam arakan warga yang menuntun terduga, menuju kantor Polsek Pamboang. Beruntung Polisi cepat tiba di TKP dan langsung mengamankan perempuan tua yang terlihat sangat ketakutan itu.

“Setelah kita periksa perempuan bernama Nurhaeda umur 63 tahun ini, ternyata bukan penculik anak, tapi dia terbukti mencuri HP,” kata Kapolsek Pamboang Iptu Darwis saat dikonfirmasi, Kamis 30 Januari.

Tersangka adalah warga Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu. Ia mencuri HP di rumah warga sekitar Desa Pesuloang Kecamatan Pamboang. Hp yang diambil merk OPPO BLP567 warna Hitam.

Usai melakukan aksinya, pelaku menuju Sirindu dan menghampiri anak yang sedang bermain disamping rumah. Kemudian Nur bersama anak itu masuk kedalam rumah sambil ngobrol. “Saat itulah masyarakat melihat dan menangkapnya karena diduga dia ingin menculik anak,” jelasnya.

Warga menangkap Nur sekira pukul 11.00 WITA. “Tersangka sudah kita amankan di Polsek Pamboang,” ungkapnya.

Warga resah akibat menyebarnya informasi terkait penculikan anak, Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji, meminta tetap tenang. Jangan terpancing dengan banyaknya berita penculikan anak. Mengingat berita tersebut belum jelas sumber informasinya.

“Soal tertangkapnya terduga di Pamboang masih tahap pemeriksaan dan kami sedang lakukan pendalaman,” terang Kapolres.

Ia mengatakan, kewaspadaan terhadap anak tetap terjaga. Tapi jangan sampai over sehingga bisa menghambat aktivitas.

Sejauh ini, menurut Kapolres belum ada bukti dan kepastian atas kejadian penculikan anak. Olehnya masyarakat diharapkan cerdas dalam menggunakan sosial media. Jangan posting berita yang belum jelas kebenarannya atau Hoax, sebab dapat dikenakan UU ITE. (r2/kdr)

Komentar

News Feed