oleh

Dibeli Rp 3,5 Miliar, Mobil Laboratorium PCR Hanya Diparkir

MAMUJU — Mobil Laboratorium PCR Pemprov Sulbar yang dibeli seharga Rp 3,5 miliar pada Oktober 2020 lalu, hingga kemarin belum difungsikan. Kesannya buang-buang anggaran.

Mobil tersebut dibeli dengan Belanja Tak Terduga (BTT) dari APBD Sulbar tahun 2020 hasil refocusing. Tujuannya untuk mempercepat dan mempermudah pemeriksaan swab test Covid-19.
Namun, memasuki bulan ke lima setelah pembelian, mobil tersebut masih juga terparkir dengan cantik di depan ruang karantina RS Regional Sulbar.

Kepala UPT Balai Laboratorium Kesehatan (Labkes) Sulbar, Andi Hadra Pasamula mengatakan, mobil laboratorium PCR tidak digunakan hingga saat ini karena persoalan Sumber Daya Manusia (SDM).

Meski demikian, Hadra mengklaim, jika mobil tersebut pernah digunakan selama kurang lebih satu bulan saat lagi baru-barunya. Cuman berhenti hingga saat ini.

“Dokter penanggungjawab, dokter spesialis patologi kliniknya tidak ada. Makanya, tidak dipakai,” kata Hadra, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 11 Januari.

Hadra mengaku, dokter spesialis patologi klinik yang sempat bertugas terlalu sibuk sehingga mengundurkan diri.

“Sementara kami mencari dokter spesialis patologi klinik. Kalau sudah ada siap dijalankan kembali. Kabarnya, sudah ada (dokter, red) dari kabupaten Majene,” sebut Hadra.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, dr Muhammad Ikhwan, juga mengatakan hal yang sama. “Saya tidak berani komentar terlalu jauh tentang itu, ada nanti yang sensi,” ungkapnya.

Hanya saja, Kepala Dinkes Sulbar, dr Muhammad Alief Satria tak berkomentar banyak. Dirinya hanya membantah jika ada pihak yang mengatakan mobil tersebut tidak pernah digunakan.

Sebelumnya, pada pertengahan Oktober 2020, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris melaunching mobil laboratorium PCR, itu.
Idris mengatakan, tujuan pengadaan mobil tersebut untuk lebih mempermudah masyarakat di seluruh kabupaten di Sulbar melakukan tes swab.

“Sulbar merupakan salah satu provinsi ke tujuh tercepat yang mendapatkan mobil itu dan satu unit mobil dibanderol cukup mahal,” ungkap Idris.

Sementara Kepala Dinkes Sulbar, dr Alief mengatakan, mobil laboratorium PCR mampu melakukan uji Swab test PCR sampai 2.000 sampel per hari. Seluruh spek laboraorium mobil sudah standar WHO.

“Dengan adanya mobil PCR layanan Swab test ini di Sulawesi Barat semoga bisa maksimal memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (m2/jsm)

Komentar

News Feed