oleh

Di Kalumpang, Gubernur Resmikan Karya Bukaka, Dongkrak Ekonomi Daerah

MAMUJU – Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar meresmikan pemanfaatan Jembatan Karataun, Rabu 8 Desember 2021. Peresmian jembatan itu, merupakan penanda resminya pemanfaatan 14 jembatan dari ruas Salubatu-Karataun yang dibangun PT Tumbuan Energy, anak perusahaan PT Bukaka Group pada wilayah Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju.

Dalam sambutannya, Ali Baal Masdar menyampaikan terima kasih kepada PT Bukaka Grup yang telah mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan. Itu memberikan dukungan pembangunan di daerah ini, sebab membuka akses wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Dengan terbangunnya 14 jembatan, sangat mendorong roda perekonomian daerah ini. Apalagi akses jalan tersebut menjadi penghubung dua provinsi, yakni Sulbar dan Sulsel. “Akses ini menghubungkan dua wilayah, Mamuju-Luwu Utara Sulawesi Selatan,” ujar Ali Baal usai melakukan peresmian Jembatan Karataun, kemarin.

Masih kata Ali Baal, jembatan tersebut juga menjadi akses masyarakat untuk lebih mudah mendapatkan pelayanan pendidikan maupun kesehatan. Juga menjadi akses perdagangan hasil bumi di wilayah tersebut.

Diketahui, PT Bukaka Group mengucurkan anggaran pembangunan infrastruktur di sepanjang Ruas Salubatu-Karatauan-Karama sebagai dukungan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tumbuan, yang telah digagas beberapa tahun lalu. Ali Baal menyatakan, mendukung pembangunan PLTA tersebut. Dengan catatan, tak merugikan masyarakat.

Begitu pun Bupati Mamuju Sutinah Suhardi, mengaku pembangunan Jembatan Karataun sangat membantu masyarakat di Kalumpang, Khususnya bagi desa yang berada di seberang Jembatan Karataun. “Terima kasih dukungan PT Bukaka. Dengan jembatan ini diharapkan perekonomian masyarakat di Kalumpang semakin meningkat,” ungkapnya.

Direksi PT Kalla Group Solihin Kalla menjelaskan, PLTA dengan kapasitas listrik 450 MW dirancang menjadi sumber kelistrikan Sulbar. Itu baru dapat dikerjakan pada tahun 2023 mendatang. Targetnya, selesai di tahun 2024. Kata dia, PT Bukaka Grup sudah berkomitmen menuntaskan pekerjaan jembatan sebelum membangun PLTA.

Disebutkan, telah menuntaskan 14 jembatan sepanjang 52 kilometer pada ruas Salubatu-Karataun. Setelah Jembatan Karataun, kini masih tersisa lima jembatan lagi yang akan dikerjakan. “Pekerjaan ini masih kita lanjutkan. Masih ada 40 kilometer lagi dan kita bangun 5 lima jembatan lagi,” ujar Solihin.

Dia pun meminta maaf atas lambannya pekerjaan, disebabkan kondisi keuangan perusahaan yang harus berhemat. Jelasnya, pihaknya berkomitmen menuntaskan apa yang sudah menjadi komitmen dukungan pembangunan PT Bukaka Group. Begitupun soal jalan dari ruas Salubatu hingga Karama. Sekira 90 kilometer lebih, juga menjadi tanggung jawab PT Bukaka Group.

Tak lupa, Solihin pun berterima kasih karena dukungan masyarakat atas hibah lahan yang diberikan secara ihlas untuk pekerjaan jalan dan jembatan. Karena itu juga dalam proses pekerjaan jalan itu telah melibatkan 60 persen warga lokal. “Terima kasih atas kerja sama ini,” kata Solihin.

Salah seorang warga Desa Sandapang, Asril, menjelaskan, Jembatan Karataun sendiri merupakan jembatan yang menghubungkan pusat Kecamatan Kalumpang dengan tujuh desa lainnya. “Desa Makkalikki, Limbong, Timonga, Karama Sandapang, Batu Makkada, Pulio,” sebut Asril.

Ketujuh desa tersebut masing-masing memiliki potensi pertanian. Karenanya, ia berterima kasih atas adanya pembangunan Jembatan Karataun. Kata dia, sebelum dibangunnya jembatan itu, warga di seberang sungai hanya bisa mengakses pusat Kecamatan Kalumpamg dengan menyeberangi sungai. “Dengan adanya jembatan ini masyarakat merasa bahagia karena tidak lagi melewati sungai,” ungkapnya. (imr/dir)

Komentar

News Feed