oleh

Dewan Minta PUPR Optimalkan Penerapan Perda

MAMUJU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mamuju dinilai kurang optimal dalam pengawasan dan penerapan Peraturan Daerah (Perda).

Anggota DPRD Mamuju, Ramliati S Malio mengatakan, PUPR Mamuju perlu lebih maksimal dalam hal penegakan Perda terutama yang terkait dengan penataan ruang. Menurutnya pasca gempa bumi, banyak masyarakat yang mendirikan bangunan tanpa memperhatikan ketentuan Perda.

“Jangan hanya memungut retribusi tanpa melakukan pengawasan lapangan. Lihat saja penataan ruang di kota Mamuju saat ini, sangat berantakan dan menyalahi aturan,” Kata Ramliati, dalam rapat pembahasan Ranperda Perubahan APBD, di Gedung DPRD Mamuju, Kamis (16/9/2021).

Selain itu, PUPR Mamuju juga diminta lebih inovatif dan kreatif dalam mengelola sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), agar target PAD bisa dimaksimalkan meski di tengah pandemi.
“PAD Mamuju di pada perubahan APBD benar-benar terjun bebas. Makanya, setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red) kami minta untuk membuat inovasi agar PAD bisa optimal,” tutur Ramliati.

Kepala Dinas PUPR Mamuju, Awaluddin Latif mengungkapkan, PAD Dinas PUPR Mamuju setelah perubahan turun dari Rp 4 miliar menjadi Rp 604 juta. Menurutnya faktor dari turunnya PAD tersebut karena adanya bencana pandemi dan gempa bumi. Faktor lainnya adalah karena Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang tidak memperbolehkan menarik retribusi dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Tapi saat ini kami sudah mendorong ke bagian hukum, untuk diterbitkan perubahan Perda tentang perizinan IMB, ketika Perda ini sudah diubah maka retribusi IMB bisa kembali dipungut,” ujar Awaluddin.

Ditanya soal optimalisasi penerapan Perda, Awaluddin mengungkapkan, persoalan penerapan Perda tidak hanya melekat di satu OPD, melainkan ada beberapa OPD yang terlibat didalamnya.

“Ini sebenarnya perlu dibangun kerjasama antar OPD, agar pengawasan penerapan Perda ini bisa maksimal, karena bukan hanya PUPR yang terlibat, salah satu ada Satpol-PP juga yang mesti terlibat,” tutup Awaluddin. (rzk/jsm)

Komentar

News Feed