oleh

Desa Ompi, Dulu Terisolir Kini Bisa Akses Internet

PASANGKAYU – Warga Desa Ompi Kecamatan Bulutaba Kabupaten Pasangkayu, tak pernah memimpikan akan menikmati jaringan internet secara bebas.

Jangankan internet, untuk komunikasi melalui telepon seluler saja harus keluar desa terlebih dahulu. Itupun, dengan harus melalui jalan layaknya kubangan.

Desa Ompi, Dulu Terisolir Kini Bisa Akses Internet

Posisi Desa Ompi sulit dijangkau jaringan provider, karena berbentuk lembah. Bagian utara, timur dan selatan berdiri tegak gunung. Sementara pada bagian barat, melintang Sungai Lariang. Akses ke desa tersebut, apabila musim penghujan, licin dan banyak kubangan air sepanjang jalan. Serta rawan longsor.

Dengan hadirnya Bhabinkamtibmas Polsek Baras yakni Briptu Alif Afandi, mengubah status Desa Ompi yang terisolir dari jangkauan jaringan internet jadi desa yang bebas mengakses informasi dan komunikasi berbagai melalui aplikasi berbasis internet.

Briptu Alif mengatakan, saat baru bertugas di Desa Ompi pada Februari 2019 silam, terlebih dahulu ia menanyakan tentang akses jaringan. Jawaban yang didapatkannya tidak sesuai harapan.

“Saya tanya kepala desa, bagaimana cara komunikasi keluar. Dia bilang, pernah pasang antena dengan bambu yang disambung dua. Tapi tetap tidak bisa mendapat jaringan,” terang Briptu Alif, Selasa 9 Maret 2021.

Prihatin melihat kondisi itu, Ia memanfaatkan pengetahuan elektronika saat mengenyam pendidikan di Universitas Negeri Makassar (UNM) sebelum memutuskan masuk polisi. Briptu Alif merancang sebuah alat agar bisa tersambung dengan Palapa Net di Kota Pasangkayu.

Untuk membeli alat tersebut, ia menyisihkan gajinya sedikit demi sedikit. Sementara tiang antena masih menggunakan bambu yang diperoleh secara gratis dari masyarakat setempat.

Alhasil, setelah tiang terpasang dan alatnya terhubung ke Palapa Net berfungsi, empat dusun dengan luas wilayah sekira 30 kilometer itu bisa mengakses hotspot secara bebas.

“Untuk menghubungkan ke Palapa Net, saya gunakan frekuensi radio. Jadi kalau ada yang percaya sama saya, khususnya daerah-daerah terpencil dan sulit mengakses internet, bisa saya bantu,” ujar Briptu Alif.

Saat Covid-19 menyerang awal tahun 2020 lalu, sekolah diliburkan. Proses belajar mengajar pun dilakukan secara daring. Dengan hadirnya jaringan internet hasil inovasi Briptu Alif, menjawab kebutuhan siswa dan guru di Ompi.

Karya Briptu Alif dijadikan aset pemerintah desa, dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Sebelum usaha itu berjalan, PT Palapa Global Nusantara sebagai penyedia bandwidth akses Point of Presence (PoP), membuat
Memorandum Of Understanding (MOU) dengan pengurus Bumdes setempat.
Kedua belah pihak melakukan perjanjian bagi hasil. 70 persen untuk penyedia bandwidth dan 30 persen untuk Bumdes sebagai pengelola.

“Untuk mengakses internet, terlebih dahulu membeli voucher di Bumdes dengan harga Rp 6.000 per 24 jam dan Rp 60.000 selama satu bulan. Sementara saat pandemi Covid, siswa dan sekolah itu digratiskan,” terangnya.

Untuk ekspansi, pemerintah desa mengalokasikan dana ke Badan Usaha Desa (Bumdes) sebesar Rp 300 juta, diperuntukkan pembangunan infrastruktur seperti tiang pemancar. Tepat pada April-Desember 2020, Bumdes Ompi memperoleh bagi hasil sebanyak Rp 20 juta.

“Saya hanya berperan memberi ide serta merancang alat. Dan sekarang tinggal mengontrol jika ada kerusakan. Saya berharap, yang saya berikan tetap dijaga dan dirawat. Barang itu menjadi potensi besar Desa Ompi, apalagi dicanangkan sebagai desa digital,” tuturnya.

Kapolsek Baras Iptu Agung Setyo Negoro mengapresiasi inovasi Briptu Alif. Menurutnya, hal tersebut sebagai bentuk dukungan program Kapolri tentang Perubahan Teknologi Kepolisian Modern Police 4.0. Jajaran dituntut mengakses tiap informasi ke masyarakat melalui media sosial dengan menggunakan media Poin to Poin (PtP).

Berkat inovasi tersebut, Kantor Polsek Baras pun dipasangi jaringan. Sehingga personel dapat mengakses jaringan secara bebas. “Jaringan yang dipasang Briptu Alif Afandi sebagai bentuk dukungan terhadap Program Presisi 100 hari Kapolri, guna mendukung pelaksanaan tugas, laporan terintegrasi dan pelayanan pada masyarakat yang selama ini masih lambat tersampaikan karena akses jaringan yang kurang mendukung,” ungkap Kapolsek Baras Iptu Agung Setyo Negoro. (asp/dir)

Komentar

News Feed