oleh

Derita Korban Gempa di Ulumanda, Hampir Setahun Beratap Tenda

MAJENE — Gempa Jumat 15 Januari lalu, masih menyisakan penderitaan yang cukup berat bagi sejumlah warga di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene.

Sekira 30 Kepala Keluarga (KK) dari dua dusun, kehilangan rumah saat reruntuhan material dari bukit menimpa menimbun kediaman warga yang rata-rata berada di area tepi jalan akses utama kecamatan tersebut. Kini, mereka hanya bernaung di bawah tenda darurat, di lokasi pengungsian. Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga tersebut, belum terealisasi. Sehingga, sudah hampir setahun beratapkan tenda.

“Sekian lama kami selalu bermohon agar segera dibangun hunian tetap  karena warga kami masih tinggal di tenda pengungsian,” ujar Camat Ulumanda Muhyammad Arif, saat ditemui di lokasi relokasi terdampak gempa di Kecamatan Ulmanda, Kamis 9 Desember 2021.

“Kalau bisa, berapa-berapa (unit huntap) saja dibangun lebih dulu. Kasihan sudah hampir satu tahun tinggal disana (lokasi pengungsian). Apalagi cuaca ekstrim saat ini, di tempat pengungsian sedikit-sedikit longsor dan banjir,” katanya.

Di lokasi peninjauan, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar pun meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulbar terkait, segera merealisasikan hunian yang telah dijanjikan kepada warga.

Diketahui, lahan relokasi pembangunan huntap seluas dua hektar. Namun sebagian kondisi lahan tidak mendukung. Itu diakui Sekretaris Pemprov (Sekprov) Sulbar Muhammad Idris, karenanya rencana pembangunan agak melenceng dari perencanaan. “Banyak bebatuan. Yang tadinya kita akan bangun 50 unit, mungkin hanya bisa 30 unit dulu karena kendala itu,” katanya.

Dia pun mengaku, pembangunan huntap harusnya sudah terlaksana tahun ini. Namun mengingat perlunya menyesuaikan alokasi anggaran, sehingga harus bergeser ke awal tahun 2022. (imr/dir)

Komentar

News Feed