oleh

Derita Diabetes, Puskesmas Anreapi Jemput Wahid, drg Indrawati: Kakinya Sudah Mati

POLEWALI – Puskesmas Anreapi Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar jemput Wahid alias Pua Asri (55) warga Dusun Kunyi Desa Kunyi, Senin 5 Oktober. Penjemputan ini dilakukan untuk memeriksa kondisi kesehatan Wahid yang menderita diabetes. Wahid menjadi pembicaraan publik karena menjual beras bantuannya untuk digunakan membeli obat.

Kepala Puskesmas Anreapi drg Indrawati Rahim yang dikonfirmasi Senin 5 Oktober menyampaikan selama ini pihaknya selalu memantau kondisi kesehatan Wahid. Pasien tersebut jika berobat ke Puskesmas menggunakan BPJS Kesehatan dari bantuan pemerintah. Sehingga tak ada biaya satu sen pun dikeluarkan untuk pengobatannya karena telah ditanggung.

Ia menjelaskan, kondisi kaki pasien Wahid sudah mati atau dalam istilah kedokteran ganggren. Solusi secara medis adalah amputasi pada bagian kaki yang ganggren untuk mencegah infeksi meluas, tapi pasien dan keluarganya menolak.

“Kakinya ini sudah mati dan saat masuk di RSUD, dokter selalu mau melakukan amputasi tapi pak Wahid selalu menolak. Sehingga penyakitnya tidak sembuh-sembuh dan justru berkepanjangan,” jelas drg Indrawati Rachim.

Ia menambahkan pasien Wahid sudah sering bolak balik Puskesmas ke RSUD Polewali tapi tidak sembuh-sembuh karena kakinya yang sudah mati tidak diamputasi. Sehingga makin melebar lukanya dan dokter tidak akan mengamputasi tanpa persetujuan pasien.

Ia juga menegaskan jika selama ini pihaknya selalu memantau kondisi kesehatan Wahid dan kontak terakhir tanggal 23 September dikontrol kesehatannya. Termasuk gula darahnya saat itu hasil pemeriksaannya bagus namun mungkin karena aktif lagi di ladang sehingga terjadi luka baru. (arf/mkb)

Komentar

News Feed