oleh

Deng Ical-Fadli Ananda Siap Bertarung, PDIP: Parpol Sudah Cukup

MAKASSAR–Sejumlah partai politik telah menentukan sikap dalam mengusung bakal calon walikota dan wakil walikota Makassar pada Pilkada Desember mendatang. Begitu pun dengan partai PDI Perjuangan.

Partai berlambang banteng moncong putih makin mantap mengusung Syamsu Rizal alias Deng Ical setelah kader PDIP, Fadli Ananda ditunjuk sebagai pendamping.

Ketua DPC PDI Perjuangan Andi Suhada Sappaile menegaskan paket usungannya ini siap turun ring. Apalagi dua partai politik lainnya PKB dan Hanura ikut berkongsi mengawal pasangan berjargon Dilan ini menuju kontestasi politik.

“PDI Perjuangan sudah pastikan. Kemudian ikut Hanura PKB. Kami bisa mengatakan itu sudah cukup,” tutur Suhada, Selasa 4 Agustus.

Meski PKB dan Hanura telah menerbitkan surat dukungan (rekomendasi), namun Suhada tak ingin terlalu jumawa apalagi gembar gembor karena semua masih berdinamika sebelum B1 KWK dicetuskan sebagai syarat untuk mendaftar di KPU.

“Hanura kan sudah kemarin. Tapi sebelum B1 KWK keluar kami belum bisa menjamin. Kita tunggu saja sampai pasti semuanya,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Makassar itu.

Terkait ikutnya PKS dalam gerbong PDIP, Suhada tak ingin berbicara banyak. Sejauh ini ia tak mampu menebak bahkan mengira-ngira kemana arah angin PKS di Pilwalkot tahun ini.

“Kami tidak tahu kemana arah PKS. Sedangkan PKS sendiri kan belum bisa menentukan ke mana arahnya mereka. Yang menentukan DPP. Kami tinggal menunggu saja sebenarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Makassar Anwar Faruq menyebut pembahasan dukungan terhadap Dilan sudah final di tingkat DPD dan DPW. Bahkan jika dihitung, sekitar 95 persen PKS bakal usung Dilan. Kini keputusan ada pada tingkat pusat.

“Yang jelas PKS masih tetap pada komitmen kita ke Deng Ical dan pasangannya Fadli Ananda, dukungan kita masih 95%, 5% nya lagi ada di DPP,” terang Anwar.

Diketahui saat ini, koalisi parpol pengusung Dilan yang terdiri dari PDIP 6 kursi, Hanura 3 kursi dan PKB 1 kursi.

Jika ketiga partai ini bergabung sudah cukup untuk menjadi kendaraan Dilan untuk maju di Pilwali Makassar, meski PKS batal bergabung. (endra/fajar)

Komentar

News Feed