oleh

Demi Dongkrak Pengunjung, Pengelola Mal Minta Bioskop Dibuka

SURABAYA – Kunjungan masyarakat ke mal belum maksimal selama PPKM level 3. Tingkat okupansi pusat perbelanjaan masih terbilang minim. Masih berada di bawah 50 persen. Omzet penjualan pun belum maksimal. Kondisi itu terpantau di 24 mal yang tersebar di Kota Pahlawan.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur Sutandi Purnomosidi mengatakan, tingkat kunjungan mal perlu didongkrak lagi. Nah, salah satu daya pengungkit, kata dia, adalah dengan mengizinkan bioskop dibuka lagi.

“Bioskop harus segera buka,” jelas Sutandi kemarin (13/9/2021).

Pengelola mal, imbuh dia, sangat berharap bioskop bisa kembali dibuka. Tujuannya, menggairahkan pemulihan ekonomi yang saat ini dicanangkan pemerintah. Kunjungan ke bioskop diharapkan mampu mendongkrak omzet penjualan pusat perbelanjaan. ”Prokes kan sudah siap,’’ paparnya.

Operasional bioskop, lanjut Sutandi, sudah beradaptasi dengan sederet protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan disiplin. Itu merupakan ikhtiar bersama untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di dalam bioskop. Sejumlah sarana-prasarana juga sudah disiapkan untuk mendukung prokes. Apalagi pihaknya pernah diasesmen oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya.

Tidak hanya membuka bioskop. APPBI juga meminta pemerintah mengizinkan lagi pengunjung di bawah usia 12 tahun masuk mal. Itu sangat penting untuk menggairahkan ekonomi. ”Sehingga ekonomi lebih cepat berputar,” ujarnya.

Menurut dia, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan masuknya anak-anak ke mal. Apalagi menerapkan prokes yang ketat. Saat ini setiap orang juga wajib memindai aplikasi PeduliLindungi sebagai bukti yang bersangkutan sudah divaksin Covid-19. “Jadi, takut apa lagi?” imbuhnya.

Terpisah, Manajer Operasional Movimax Beatrix Sari berharap bioskop bisa segera dibuka. Pihaknya pun sudah melakukan berbagai persiapan maksimal. Khususnya yang menyangkut pelaksanaan prokes. ”Kita sudah siap. Dan berharap bioskop segera dibuka,’’ imbuh Beatrix.

Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto menyampaikan, pemkot akan tetap berpedoman pada peraturan pemerintah pusat. Termasuk mencermati aturan terbaru dalam instruksi menteri dalam negeri (inmendagri) yang mengatur pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4, level 3, dan level 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. “Kita tunggu keputusan pemerintah saja,” kata Irvan. (jpg)

Komentar

News Feed