oleh

Delapan Pejabat Terkonfirmasi Covid-19, Bupati Polman Ikut Tes Swab PCR

POLEWALI – Pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melakukan tes swab massal di halaman belakang kantor Bupari Polman, Rabu (13/1/2021)

Pengambilan tes swab diikuti puluhan pejabat eselon dua dan tiga serta para supir pejabat. Swab massal ini dilakukan karena adanya delapan pejabat bersama keluarganya terkonfirmasi positif Covid-19.

Delapan Pejabat Terkonfirmasi Covid-19, Bupati Polman Ikut Tes Swab PCR

Pemeriksaan ini juga diikuti Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar, Wakil Bupati M Natsir Rahmat dan Sekkab Polman Andi Bebas Manggazali. Sekira ada 64 pejabat serta supir juga mengikuti swab PCR (Polymerase Chain Reaction). Tes swab ditangani langsung oleh petugas dari Puskesmas Pekkabata dan Dinas Kesehatan Kabupaten Polman.

Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar mengatakan pengambilan swab PCR bagi kalangan pejabat, baik pimpinan OPD, kepala bagian dan camat dikarenakan meningkatnya penyebaran Covid-19 di Polman pasca tahun baru 2021. Apalagi ada delapan pimpinan OPD bersama keluarganya yang positif Covid-19.

“Ada delapan pimpinan OPD dan keluarganya yang terpapar Covid-19. Sehingga dalam memutus mata rantai penyebaran korona kita lakukan swab massal tahap pertama bagi pejabat dan supirnya dulu. Kemudian nanti menyusul para ASN di lingkup Pemkab Polman,” terang Andi Ibrahim Masdar.

Ini juga sebagai langkah mencegah penyebaran Covid-19 di klaster kantoran. Ia mengaku meningkatnya kasus Covid-19 di Polman karena banyaknya warga yang mengelar hajatan. Khususnya acara pernikahan disertai pesta, walaupun tidak diberikan izin tetapi masyarakat tetap mengelar hajatan.

“Kami sudah imbau agar tidak membuat acara yang mengundang banyak orang berkumpul. Tetapi imbauan tak didengar, sehingga perlu tindakan tegas aparat. Parahnya lagi banyak ASN yang menghadiri hajatan tersebut,” ujarnya.

Pihaknya meminta kerjasama TNI-Polri dalam melalukan tindakan tegas kepada para pelanggar protokol kesehatan apalagi ada maklumat Kapolri.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Polman, Haedar menambahkan hasil swab massal PCR pejabat Pemkab Polman ini baru diketahui, Kamis 14 Januari jika sampelnya diperiksa di Laboratorium Tes Cepat Molekuler Polymerase Chain Reaction (TCM-PCR) RSUD Polewali.

“Jika stok cartridge di Laboratorium TCM-PCR RSUD Polewali mencukupi kita tidak kirim ke laboratorium BBLK Makassar. Tetapi jika tak mencukupi maka sampel swab tersebut dikirim ke laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar. Tentunya hasilnya menunggu lima sampai enam hari kedepan,” tandas Haedar.

Ia berharap dari puluhan sampel swab PCR yang diambil tidak ada yang positif korona. Jika ada maka disarankan isolasi mandiri bagi yang tak bergejala. Jika bergejala akan dirawat di rumah sakit. (mkb)

Komentar

News Feed