oleh

Deklarasi Habsi-Irwan, Optimis untuk Kedua Kalinya

MAMUJU – Partai pengusung pasangan bakal calon petahana Pilkada Mamuju 2020, Habsi Wahid dan Irwan SP Pababari, malam tadi, menggelar deklarasi.

Koalisi pengusung tersebut kemudian dikukuhkan. Diberi nama Koalisi Kerakyatan. Partai koalisi beranggapan, Habsi-Irwan berasal dari rakyat. Bukan apa-apa tanpa rakyat. Dalam lima tahun pemerintahannya mereka banyak bersentuhan langsung dengan rakyat.

Bakal calon petahana, Habsi Wahid optimistis bisa memenangkan kontestasi politik lima tahunan ini bersama Irwan dan seluruh warga Mamuju. Sebab, ia telah melaksanakan amanat sejak dilantik lima tahun lalu. Warga telah merasakan apa yang sudah ia bangun. Mulai dari penataan birokrasi hingga pembangunan infrastruktur.

Contoh kecil, lanjut Habsi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Mamuju meningkat sekira 2,63 persen sejak tahun 2015. Data terakhir yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, IPM Mamuju tahun 2019 di angka 67,72 persen. Angka tersebut menjadikan Mamuju sebagai kabupaten dengan angka IPM tertinggi di Sulbar.

Dirinya bersama Irwan tak sekadar mau menjadi bupati dan wakil bupati. “Melainkan bagaimana kepentingan rakyat dan kesejahteraan rakyat kedepan,” kata Habsi, dalam orasi politiknya, di Grand Maleo Hotel and Convention Mamuju, Minggu 30 Agustus.

Habsi menyebut, visinya bersama Irwan adalah Maju Mamuju. Filosofinya ialah kata Maju disebut dua kali. Artinya, ia bersmaa Irwan komitmen melanjutkan proses pembangunan dua kali di Mamuju. Kami mau mewujudkan Mamuju ini dua kali lebih baik.

Misinya, lanjut Habsi, dirinya bakal meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pendidikan harus menjadi perhatian. Ia bersama Irwan bakal luncurkan beasiswa Mamuju pintar.

Wakil Bupati Mamuju, Irwan SP Pababari menyampaikan, setiap kontestasi politik kepala daerah sejatinya adalah memilih pemimpin. Pemimpin adalah orang yang mampu memahami daerahnya. Mengetahui warganya. Memahami apa yang mereka perlu lakukan. Itulah pemimpin.

“Harus memiliki modal intelektual, kematangan, pengalaman sehingga saya harus katakan saya paling layak mendampingi Habsi Wahid,” jelas Irwan.

Menurutnya, pemimpin didorong oleh rakyat. Bukan oleh orang tua. Habsi-Irwan kata dia, maju karena dorongan warga Mamuju. Karena dirinya bersama Habsi adalah pilihan rakyat. Kehadiran seluruh warga di deklarasi koalisi ini menampakkan aura kemenangan.

“Orang-orang terlibat sudah kelihatan. Lima relawan sudah aktif. Partai bergabung ada enam. Insya Allah kekuatan besar ini akan menjadi penggiling, terus bergerak untuk mengambil hati rakyat,” jelasnya.

Ketua Koalisi Kerakyatan Habsi-Irwan, Hamzah Sula mengaku optimis bisa memenangkan Habsi-Irwan di Pilkada 9 Desember nanti. Dirinya percaya bahwa pekerjaan ini bukanlah pekerjaan mudah. Namun, bukanlah pekerjaan harus dianggap berat. Intinya adalah bagaimana memelihara kekompakan. Menyatukan visi dan misi.

“Ini adalah awal dari perjuangan koalisi. Semua pihak sudah ikut serta dan siap memenangkan Habsi-Irwan,” bebernya.

Gubernur Sulbar Periode 2006-2016, Anwar Adnan Saleh menyebutkan, kepemimpinan Habsi-Irwan harus dilanjutkan sebab tidak cukup melakukan sebuah perubahan di daerah khusunya Mamuju, hanya satu periode.

“Sulawesi Barat kedepan barometernya adalah Mamuju. Sebab orang datang ke Sulbar. Ketika Mamuju baik maka Sulbar bagus, pembangunanya bagus, masyarakatnya bagus. Tidak cukup satu periode harus dua periode,” ucapnya.

Anwar mengaku, kepemimpinan harus dilanjutkan apabila warga mau melihat Mamuju menjadi lebih baik. Memang dibutuhkan pengalaman dalam membangun Mamuju.

“Dalam memimpin pemerintahan dibutuhkan pengalaman. Kekurangan-kekurangan pada periode pertama, akan diperbaiki di periode kedua,” jelasnya.

Ketua Panitia Deklarasi Koalisi Kerakyatan Habsi-Irwan, Damris menyebutkan, Koalisi Kerakyatan itu dihadiri ribuan massa. Massa yang datang berasal dari simpatisan partai pengusung. Ada dari Partai Nasdem, Hanura, Golkar, Perindo, PPP dan Berkarya. Mereka memakai atribut partai masing-masing.

Langkah itu diyakini akan meningkatkan partisipasi pendukung bakal calon petahana Habsi- Irwan di Pilkada 2020.

“Undangan 2.000. Tapi yang hadir lebih dari itu. Itulah pedukung Habsi-Irwan. Mulai tingkat desa hingga kabuapten datang. Kami menargetkan kemenangan 75 persen di Pilkada 2020,” pungkasnya. (m2/rul)

Komentar

News Feed