oleh

Defisit Anggaran Diprediksi Meningkat

PASANGKAYU – Pemkab menyerahkan Rancangan APBD Perubahan tahun 2021 ke DPRD Pasangkayu, Rabu (15/9/2021).

Pada rancangan tersebut, terdapat prediksi terjadinya peningkatan selisih angka pendapatan daerah dan belanja. Sehingga, ini menyebabkan defisit anggaran. Secara umum, pendapatan daerah naik sebesar 4,01 persen. Pada APBD Pokok tahun 2021, masih Rp 794 miliar lebih, dan naik sebesar Rp 826 miliar lebih di Rancangan APBD Perubahan.

Namun demikian, rencana belanja daerah juga melonjak lebih tinggi. Yakni 6,29 persen atau sebesar Rp 888 miliar lebih pada APBD Perubahan. Dengan kata lain, terjadi kenaikan sebesar Rp 836 miliar lebih.

“Sehingga diprediksi kita mengalami defisit sebesar Rp 62 miliar lebih. Dari yang diprediksi sebelum perubahan hanya Rp 41 miliar lebih,” terang Wakil Bupati Pasangkayu Herny Agus, saat rapat paripurna di DPRD Pasangkayu.

Herny mengatakan, perubahan anggaran dapat dilakukan, apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum Anggaran (KUA), tidak tercapainya proyeksi pendapatan daerah, dan tidak terealisasinya alokasi belanja daerah dan atau perubahan sumber dan penggunaan anggaran daerah yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar organisasi, unit, program dan kegiatan serta jenis belanja.

Karena penerimaan pembiayaan mengalami kenaikan, sehingga pembiayaan netto sampai akhir tahun 2021 ini harus meningkat. Itu agar defisit sebesar Rp 62 miliar tersebut dapat ditutupi. “Saya harap pembahasan anggaran ini berjalan baik dan dibahas dengan cermat, sehingga dapat menghasilkan APBD berkualitas,” pungkasnya. (asp/dir)

Komentar

News Feed