oleh

Data Pengungsi Belum Valid, Lukman Klain Distribusi Logistik Lancar

MAJENE – Lebih dari sepekan, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 menghentak sejumlah wilayah di Sulbar.

Penduduk yang tinggal di episentrum hingga ke daerah terdampak gempa pun mengungsi. Para warga mencari dataran yang lebih tinggi untuk mengamankan diri, terlebih dari ancaman tsunami.

Data Pengungsi Belum Valid, Lukman Klain Distribusi Logistik Lancar

Namun hingga hari ini, Pemkab Majene belum juga memiliki data valid jumlah warga yang meninggalkan rumah dan tinggal di tenda-tenda pengungsian.

“Kami belum tahu data pasti jumlah pengungsi di Majene. Tapi kami sudah instruksikan ke seluruh camat dan kepala desa, secepatnya memasukan data pengungsi,” ujar Plt Bupati Majene Lukman Nurman, Jumat 22 Januari.

Meski begitu, Lukman mengklaim distribusi logistik dan makan untuk pengungsi sudah tersalurkan dengan baik pada daerah-daerah yang mudah dijangkau. Sementara di daerah terisolir, diakui belum merata.

“Pengungsi di daerah terisolir, pendistribusian logistik dan makan mengunakan helikopter dan mungkin belum merata. Ssedangkan pengungsi yang mudah dijangkau, menurut laporan camat, sudah terpenuhi semua,” ucapnya.

Kata dia, untuk daerah yang terisolir, Kpala BNPB Doni Munardo terjun langsung membawa logistik dan bahan makanan di Kecamatan Ulumanda.

Lebih lanjut Ia menuturkan, hampir seluruh wilayah Majene menjadi pengungsian. Mulai di Kecamatan Banggae Timur sampai Kecamatan Malunda. “Jadi kita belum bisa tahu berapa titik pengungsian, karena seluruh wilayah di Majene ditempati mengungsi,” ungkapnya.

Terkait ada informasi pengambilan bantuan harus menggunakan Kartu Keluarga (KK), dibantah oleh Lukman. “Tidak ada (pengambilan KK menggunakan KTP,red). Kalau Majene, tidak ada pemerintah seperti itu. Yang kami lakukan saat ini, pemerintah kecamatan atau desa yang datang mengambil bantuannya, kemudian mereka mendistribusikannya pada masyarakatnya,” pungkas Lukman. (mm/dir)

Komentar

News Feed